"Penegakan hukum ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga kenyamanan masyarakat dan mencegah terjadinya insiden yang lebih buruk," sebutnya.
Tak hanya melakukan penindakan hukum, polisi juga memberikan pembinaan kepada seluruh peserta balap liar yang telah diamankan.
Menurut AKP Lufthi, pembinaan ini bertujuan agar mereka menyadari kesalahan yang telah mereka lakukan dan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya di masa mendatang.
"Kami berharap agar mereka bisa memahami risiko tinggi yang datang dengan balap liar, termasuk bahaya kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa," ujarnya.
Kini, keempat remaja itu telah dikembalikan kepada orang tua, sementara sepeda motor hanya bisa diambil setelah memenuhi berbagai persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh undang-undang.
"Kami mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aksi balap liar. Kami juga akan terus meningkatkan patroli untuk mencegah aksi serupa," imbau Perwira berpangkat balok tiga itu.