Idenusantara.com - Dalam suasana khidmat memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Rote Ndao tampil berbeda.
Tak hanya menggelar upacara seremonial, lembaga ini menjadikan momen tersebut sebagai ajakan moral kolektif, yang menjadikan Pancasila sebagai senjata utama dalam melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang kian mengancam generasi bangsa.
Upacara yang dilangsungkan di halaman kantor BNN Kabupaten Rote Ndao pada Senin pagi (02/06) itu dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Rote Ndao, Lodovikus D. Moa, S.Kep., M.Sc, dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai. Dengan latar bendera merah putih yang berkibar dan langit Rote yang cerah, acara berlangsung penuh semangat nasionalisme.
Baca Juga: BNN Musnahkan 110,4 Kg Paket Narkoba Tak Bertuan
Dalam amanatnya, Lodovikus menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar ideologi negara yang dihafal setiap upacara. Lebih dari itu, Pancasila harus hidup dan hadir dalam tindakan nyata. Salah satu wujud paling nyata, kata dia, adalah dengan menyatukan langkah dalam perang terhadap narkoba.
“Hari ini, kita tidak hanya mengenang kelahiran Pancasila. Kita menjadikannya pedoman moral. Ancaman narkoba bukan hanya kriminalitas, tapi juga serangan terhadap nilai-nilai Pancasila terutama kemanusiaan, keadilan, dan keutuhan bangsa. Maka kita harus lawan bersama,” tegasnya.
Ancaman Nyata di Tanah Kepulauan
Rote Ndao sebagai wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara lain memiliki potensi kerawanan tersendiri terhadap peredaran gelap narkotika. Jalur laut yang luas dan terbuka dapat dimanfaatkan oleh sindikat untuk menyusupkan barang haram ke wilayah-wilayah yang mungkin minim pengawasan.
“Jangan anggap narkoba hanya urusan kota besar. Justru wilayah perbatasan seperti Rote bisa jadi pintu masuk,” ujar Lodovikus mengingatkan.
Dalam konteks itu, semangat gotong royong dan persatuan sebagai dua nilai inti Pancasila yang harus diwujudkan dalam kerja nyata lintas sektor dan lintas generasi.
Langkah Nyata: Edukasi dan Aksi Sosial
Usai upacara, BNN Rote Ndao tak membiarkan momentum ini berlalu begitu saja. Mereka langsung bergerak ke sekolah-sekolah dan pusat keramaian untuk menggelar penyuluhan bahaya narkoba dan membagikan selebaran edukatif kepada masyarakat.
Di beberapa sekolah, penyuluhan dilakukan dengan metode dialog interaktif. Para pelajar tidak hanya diberi materi, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi mengenai tekanan sosial, jebakan pergaulan, dan cara menolak ajakan menggunakan narkoba. Hal ini bertujuan membangun daya tahan mental generasi muda, bukan sekadar membekali mereka dengan informasi.
“Pendidikan anti-narkoba harus masuk ke jantung sekolah dan keluarga. Karena inilah benteng awal,” ujar kepala BNN Rote Ndao.