Kupang, Idenusantara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada Minggu, 15 Juni 2025.
Dalam pernyataan resminya, BMKG meminta seluruh masyarakat di NTT untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.
Wilayah NTT saat ini berada dalam fase transisi atau pancaroba, masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Pada fase ini, kondisi cuaca sangat dinamis dan dapat berubah secara tiba-tiba, menyebabkan berbagai dampak seperti hujan deras, petir, hingga angin kencang yang berpotensi membahayakan aktivitas warga.
Baca Juga: Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana, BMKG-Kemkomdigi Optimalkan Infrastruktur Komunikasi
Peringatan Dini BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem
BMKG menempatkan Provinsi NTT dalam kategori “Waspada”, terutama untuk wilayah-wilayah dengan karakter geografis perbukitan dan pesisir.
Beberapa kabupaten yang diperkirakan terdampak antara lain Kupang, Sikka, Manggarai, Sumba Timur, dan Belu.
Di wilayah tersebut, hujan lebat berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari, dengan angin kencang yang bisa merusak atap bangunan ringan dan mengganggu aktivitas pelayaran.
"Fenomena ini umum terjadi pada musim pancaroba, namun masyarakat tetap perlu berhati-hati dan mengikuti pembaruan informasi cuaca dari BMKG,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang dalam keterangannya, Sabtu (14/6).
Baca Juga: Dukung Kelancaran Mudik Lebaran 2025, BMKG Sediakan Informasi Cuaca Terintegrasi
BMKG juga mengingatkan para nelayan dan operator kapal kecil agar mempertimbangkan kembali rencana berlayar karena cuaca laut diprediksi berombak tinggi dengan potensi angin mencapai lebih dari 25 knot di beberapa perairan sekitar Flores dan Sumba.
Suhu dan Kelembapan: Kondisi Gerah dan Lembap
Selain hujan dan angin kencang, BMKG melaporkan bahwa suhu udara di NTT akan berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan tinggi mencapai 99 persen.
Kondisi ini dapat menyebabkan rasa gerah pada siang hari dan menurunkan daya tahan tubuh bila masyarakat tidak menjaga kesehatan dengan baik.