“Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga daya tahan tubuh karena kondisi panas dan lembap bisa mempercepat penyebaran penyakit musiman seperti flu dan diare,” tambah BMKG.
Pemerintah Daerah Diminta Siaga
Menanggapi prakiraan cuaca ekstrem ini, sejumlah pemerintah daerah di NTT telah diminta untuk bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir lokal, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di setiap kabupaten diminta siaga 24 jam dan berkoordinasi dengan instansi teknis terkait, seperti Dinas PU dan Dinas Sosial.
“Pemerintah desa dan kelurahan harus menyampaikan informasi cuaca ini kepada warganya dan memantau titik-titik rawan banjir dan longsor di wilayah masing-masing,” ujar salah satu pejabat BPBD Provinsi NTT.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG memberikan beberapa imbauan penting kepada masyarakat NTT menjelang potensi cuaca ekstrem pada Minggu, 15 Juni 2025:
- Pantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG dan kanal resmi lainnya.
- Hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi hujan dan angin kencang.
- Amankan barang-barang yang mudah terbang tertiup angin di pekarangan rumah.
- Tunda perjalanan laut dan udara jika cuaca tidak mendukung.
- Segera laporkan ke pihak berwenang jika terjadi kondisi darurat akibat cuaca.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi bencana yang mengintai, masyarakat NTT diharapkan tetap tenang namun siaga. Kerja sama antara pemerintah, aparat desa, dan masyarakat sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak buruk dari cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.
Untuk informasi resmi dan pembaruan cuaca harian, masyarakat disarankan mengikuti kanal Info BMKG, media sosial BMKG Wilayah III Denpasar dan Stasiun Meteorologi El Tari Kupang.*