daerah

Kepala SPPG Ndona, Melkianus Guka; Generasi Indonesia Mengalami Kekurangan Gizi Hampir 30 Persen

Jumat, 11 Juli 2025 | 12:24 WIB
Kepala SPPG Ndona, Melkianus Guka; Generasi Indoensia Mengalami Kekurangan Gizi Hampir 30 Persen.

ENDE - Makan bergizi gratis itu memang sudah menjadi programnya pak prabowo sejak lama, beliau mengevaluasi bahwa generasi di indonesia ini mengalami kekurangan gizi hampir 30%, Ungkap Melkianus Guka, pada, Kamis, 10 Juli 2025.

Melkianus mengungkapkan tugas negara bagaimana kemudian kita bisa mempersiapkan gererasi baru, dengan asupan gizi yang bagus, supaya menjadi generasi muda indonesia yang unggul dan bisa setara dengan bangsa-bangsa lain. Artinya bapak presiden menginginkan bahwa ini harus dikelola sejak awal, sejak ibu hamil, ibu menyusui, balita, sampai kemudian mereka bersekolah (TK,SD,SMP,SMA) dan itu memang sudah menjadi pemikiran/konsep Presiden bahwa Negara harus hadir untuk mempersiapkan generasi yang unggul.


Melkianus juga mengungkapkan, kita ketahui bersama, Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menggagas dan mendorong berbagai program super prioritas dan strategis nasional, dengan salah satu fokus utamanya adalah Makan Bergizi Gratis sebagai upaya pemenuhan gizi disertai ketahanan pangan nasional. Visi besar ini tentunya tidak hanya berbicara mengenai upaya pemenuhan gizi serta ketersediaan pangan secara kuantitatif, tetapi juga mengenai kualitas dan keamanan pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Dalam hal ini penerima manfaat makan bergizi gratis.

"Dalam konteks inilah, peran Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi sangat krusial, karena kita berada di garda terdepan dalam memastikan bahwa pangan yang disiapkan dan didistribusikan, khususnya pangan olahan siap saji, memenuhi standar keamanan, higienitas, dan nilai gizi yang memadai dan sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG)" Ungkap Melianus.

Oleh karena itu, melalui kegiatan sosialisasi ini, kita tidak hanya mendengarkan informasi, tetapi juga membekali diri dengan pemahaman teknis dan regulatif yang mendalam, sehingga setiap SDM SPPG mampu menjalankan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan sesuai dengan arah kebijakan nasional.

Melkianus juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Badan POM, yang telah memberikan perhatian serius terhadap penguatan kapasitas teknis di daerah, dan kepada Yayasan Putra Persada Bakti – Ende sebagai mitra Badan Gizi Nasional yang terus konsisten dalam mendorong terwujudnya pelayanan gizi yang bermutu di tingkat lokal.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada KODIM 1602/Ende, dan BIN, atas sinergi dan dukungan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk keberlangsungan program strategis nasional “Makan Bergizi Gratis”. Peran Bapak/Ibu sekalian sangat penting dalam memastikan keberhasilan lintas sektor yang harmonis, terutama di wilayah-wilayah strategis seperti Kecamatan Ndona khususnya dan Kabupaten Ende Umumnya" Sambung Melkianus.

Kata Melkiamus, sebagaimana amanat Presiden, seluruh komponen bangsa, harus bergerak dalam semangat gotong royong untuk memastikan ketersediaan dan keamanan pangan nasional dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis, oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merupakan representasi Badan Gizi Nasional di seluruh pelosok negeri khususnya kabupaten Ende. Maka kami di SPPG Ndona menyambut dengan antusias akan sosialisasi ini sebagai bagian dari penguatan SDM, peningkatan kualitas layanan, serta penegasan komitmen terhadap tugas-tugas yang kami emban, termasuk dalam mendukung implementasi program super prioritas pemerintah pusat.

"Saya ingin mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini secara aktif, menyerap pengetahuan sebanyak-banyaknya, dan menerapkannya secara nyata di dalam pelaksanaan operasional SPPG_Ndona. Jadikan kegiatan ini sebagai tonggak perubahan positif dalam cara kita memandang dan menangani isu keamanan pangan — bukan sebagai formalitas, tetapi sebagai tanggung jawab moral dan profesional kita bersama" Tuturnya.

Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi kita semua, dan menjadi langkah nyata menuju pelayanan gizi yang berkualitas serta ketahanan pangan yang berkelanjutan demi terwujudnya generasi-generasi Indonesia Emas 2045.***

Tags

Terkini