daerah

Bupati Nabit Sambut Optimis Proyek Green Skills, Fondasi Manggarai Maju Berbasis Pertanian Cerdas Iklim

Jumat, 18 Juli 2025 | 17:28 WIB

Ruteng, Idenusantara.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai menyambut positif inisiatif Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui peluncuran proyek Green Skills: Memberdayakan Petani Muda untuk Pertanian Cerdas Iklim (Climate-Smart Agriculture/CSA).

Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menilai proyek ini sebagai langkah strategis yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam menciptakan Manggarai yang maju, adil, dan berdaya saing.

Peluncuran yang didanai oleh RHYTHM Foundation dan didukung Plan International Hong Kong ini berlangsung di Desa Golo Cador, Kecamatan Wae Rii, pada Selasa (15/7/2025).

Bupati Nabit secara tegas menyatakan bahwa perubahan iklim menuntut adaptasi, bahkan dalam sektor pertanian.

"Ketika kita melakukan hal yang sama dengan cara yang sama, maka kita tidak bisa mengharapkan hasil yang berbeda. Hasilnya akan berbeda jika kita melakukan hal yang sama namun caranya berbeda, iklim berubah maka kita juga harus beradaptasi," ujar Bupati Nabit.

Pertanian Cerdas Iklim: Solusi Multidimensi untuk Manggarai

Bupati Nabit melihat proyek Green Skills sebagai solusi komprehensif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Manggarai.

Data Sensus Pertanian BPS 2023 menunjukkan disparitas demografis yang signifikan antara petani laki-laki dan perempuan dengan rasio 5:1, di mana petani laki-laki mencapai 49.000 berbanding 9.000 petani perempuan.

Selain itu, tingkat pengangguran di NTT, khususnya di kalangan lulusan pendidikan menengah dan tinggi, masih tinggi.

Mengingat sektor pertanian adalah penyumbang terbesar produk domestik regional dan sumber lapangan kerja utama di NTT, Bupati Nabit yakin bahwa inovasi di sektor ini dapat menjadi kunci.

"Green skills bukan saja meningkatkan suplai pada pasar lokal, tapi bagaimana juga petani di Manggarai semakin terbiasa melayani pasar yang lebih baik secara kualitas," tambahnya.

Proyek Green Skills ini menargetkan 200 kaum muda berusia 18-29 tahun, dengan 60% partisipasi perempuan muda.

Bupati Nabit secara khusus mengapresiasi fokus proyek pada pemberdayaan perempuan muda dalam pertanian cerdas iklim.

"Pemerintah sedang mendorong pertanian ramah lingkungan melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk konsumsi rumah tangga. Ini bertujuan menekan pengeluaran dan menciptakan lapangan kerja bagi kaum muda, khususnya perempuan," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini