Kupang, idenusantara.com -- Dalam rangka mewujudkan visi Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang profesional, berintegritas, dan terpercaya, Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur bersama seluruh satuan kerja di wilayah hukumnya terus berupaya meningkatkan kinerja di berbagai bidang. Sepanjang periode Januari hingga 30 Agustus 2025, capaian kinerja tiap bidang menunjukkan progres dan komitmen nyata dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, baik dalam aspek pembinaan internal maupun pelaksanaan penegakan hukum.
BIDANG PEMBINAAN
Berdasarkan data rekapitulasi hingga 30 Agustus 2025, jumlah pegawai di wilayah Kejati NTT mencapai 916 orang, yang terdiri dari :177 Jaksa dan 739 pegawai non-Jaksa.
Dari sisi pengelolaan anggaran, Kejati NTT bersama seluruh satuan kerja di wilayahnya memperoleh pagu anggaran tahun 2025 sebesar Rp195.647.996.000.
Hingga 30 Agustus 2025, realisasi penyerapan anggaran mencapai Rp127.937.330.664 atau sekitar 65,39% dari total pagu. Selain itu, dari sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), satuan kerja di wilayah Kejati NTT, ditargetkan mengumpulkan sebesar Rp5.239.047.000.
Realisasi hingga akhir Agustus 2025 telah mencapai Rp. 4.419.862.691, atau sekitar 84,36% dari target.
BIDANG INTELIJEN
Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2025, Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur bersama Kejaksaan Negeri se-NTT setelah melaksanakan berbagai program dan kegiatan strategis antara lain :
Pada kegiatan Operasi Intelijen yang meliputi penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan, telah diterbitkan 109 laporan dari 128 sprint.
Sementara itu, pada kegiatan Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) tercatat 31 laporan dengan 33 sprint sebagai bentuk pengawasan terhadap potensi kerawanan di masyarakat.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum, Bidang Intelijen juga aktif menyelenggarakan penyuluhan hukum dengan capaian 11.769 audiens, melebihi target yang ditetapkan sebanyak 6.160 audiens.
Selain itu, pada kegiatan penerangan hukum, tercatat 84 lembaga telah menjadi sasaran penyuluhan, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 68 lembaga.
Di bidang pengamanan buronan, jajaran Intelijen berhasil mengamankan 7 orang buronan, melampaui target kinerja sebanyak 5 orang.