daerah

Gelora Musik Manggarai Menyala Lagi: Ruteng Jadi Rumah Besar Para Pencipta Karya

Sabtu, 29 November 2025 | 19:16 WIB
Gelora Musik Manggarai Menyala Lagi: Ruteng Jadi Rumah Besar Para Pencipta Karya (Kolase Foto: Ide nusantara/ Gordi Jamat)

IDENUSANTARA.COM - Gelora musik Manggarai kembali menguat, menjadikan Ruteng sebagai ruang paling subur bagi lahirnya pencipta karya baru dari berbagai komunitas musik lokal. Energi itu tampak jelas pada sebuah panggung sederhana di halaman Studio 1 Tulung, Jalan Bougenville Utara, Jumat malam (28/11/2025), tempat musik kembali menemukan denyut hidupnya. Tanpa tata cahaya megah atau fasilitas konser besar, malam itu justru menghadirkan kehangatan dan kekuatan kreativitas yang tak bisa dipalsukan.

Acara bertajuk "Tur Bunga di Tanjung" yang merupakan lanjutan perjalanan tur "Bunyi Waktu Luang" menjadi titik temu musisi Ruteng dan Labuan Bajo, menghadirkan deretan penampil seperti Ronald Djeer, AM, Mc Vitroz, Laskar Band, Silent Noice, Ruteng Trio, Sangkar Roots, hingga Bunyi Waktu Luang. Aransemen akustik yang mereka bawakan membuat suasana terasa akrab, penuh nuansa kekeluargaan, sekaligus menunjukkan wajah musik Manggarai yang jujur dan apa adanya.

Baca Juga: APBD 2026 Diketok, Demokrat Ingatkan Pemda Manggarai: Harapan Rakyat adalah Perjuangan Kami

Yon Patung, salah satu fasilitator acara, menegaskan bahwa geliat musik di wilayah Cewonikit dan Pau telah mengakar sejak lama. Menurutnya, ruang-ruang kecil seperti inilah yang memelihara regenerasi musisi Manggarai.

"Sejak dulu, daerah ini punya ekosistem musik yang kuat. Anak muda belajar dari kakak-kakaknya. Mereka tumbuh dalam komunitas, bukan sekadar belajar alat musik, tetapi belajar nilai," ujarnya.

Yon menekankan bahwa pertemuan seperti malam itu bukan hanya soal tampil di panggung, tetapi mempererat relasi antara musisi Ruteng dan Labuan Bajo.

"Ini ruang untuk membangun persaudaraan dan membakar semangat berkarya," katanya.

Di tengah hangatnya suasana, Yon kembali mengingatkan pentingnya karya orisinil bagi musisi muda. 

"Tanpa karya sendiri, kita tidak punya identitas. Musisi harus berani menulis dan menampilkan lagu mereka," tegasnya.

Baca Juga: Pesan Mesra hingga Pelecehan Fisik: Begini Kronologi Pemecatan Dosen ILS di Kampus Unika Ruteng

Menurutnya, ruang-ruang seperti Studio 1 Tulung adalah tempat lahirnya keberanian. 

"Kalau sudah bikin lagu, harus dipentaskan. Tugas kita adalah saling mendorong," tukasnya. 

Kesan positif juga datang dari Bunyi Waktu Luang, grup asal Labuan Bajo yang turut tampil dalam tur Bunga di Tanjung. 

Aden, salah satu personilnya, menyebut bahwa sejarah musik di Labuan Bajo memiliki jejak kuat dari Ruteng.

"Kalau bicara musik di Labuan, banyak sekali pengaruh dari Ruteng. Tur ini bukan hanya soal tampil, tapi perjalanan budaya," ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini