daerah

Lantaran Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Bocah SD di Ngada Tewas Bunuh Diri

Rabu, 4 Februari 2026 | 23:51 WIB
Surat wasiat tulisan YBR sebelum ia tewas ga***ng diri (Foto:Ist.net)

Tinggalkan Surat Wasiat Sebut Ibu Pelit dan Salam Perpisahan

Dalam proses penanganan di lokasi, petugas menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang ditinggalkan korban untuk sang ibu.

Surat itu ditulis YBR menggunakan bahasa daerah Bajawa. Satu baris surat itu berisi ungkapan kekecewaan korban terhadap ibunya.

Dalam surat itu, YBR menyebut ibunya pelit. Selebihnya, surat itu berisi ungkapan perpisahan kepada ibunya. Surat tersebut diakhiri gambar anak manangis.

Baca Juga: Nama Frans Sarong Dicatut Terkait Proyek, IKMR Kupang Bela dan Pasang Badan

Berikut isi surat YBR kepada ibunya:

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja'o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama). 

Kecewa Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

Penyebab YBR gantung diri terungkap. Pemicunya diduga ia kecewa karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.

Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menjelaskan pada malam sebelum kejadian, korban YBR minta uang kepada ibunya untuk beli buku tulis dan pulpen. Namun, permintaan itu tak bisa dipenuhi ibunya karena kondisi ekonominya yang susah.

 

Halaman:

Tags

Terkini