IDENUSANTARA.COM - Pemerintah Kabupaten Manggarai mulai menunjukkan keseriusan dalam menghidupkan kembali aset-aset publik daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah penataan dan optimalisasi pemanfaatan Stadion Golo Dukal di Kelurahan Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong, yang ditargetkan menjadi pusat kegiatan olahraga, budaya, hiburan masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, saat melakukan peninjauan lapangan pada Jumat, 27 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, Bupati bersama jajaran pemerintah daerah mengecek secara langsung kondisi fasilitas stadion, termasuk kamar-kamar penunjang dan area kawasan yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terpadu.
Baca Juga: Wujudkann Pemimpin Masa Depan yang Berintegritas, PMKRI Ruteng Gembleng Anggota Muda Lewat MABIM
Menurut Bupati Nabit, keberadaan Stadion Golo Dukal tidak boleh hanya menjadi bangunan fisik yang sesekali digunakan, melainkan harus dihidupkan sebagai ruang publik produktif yang mampu memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.
"Stadion Golo Dukal bukan hanya tempat olahraga semata. Kita ingin stadion ini hidup, digunakan untuk turnamen, kegiatan masyarakat, festival, bahkan event besar yang bisa mendatangkan orang dari luar daerah. Kalau kegiatan ramai, maka ekonomi masyarakat juga ikut bergerak," ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan penataan bertahap agar stadion memenuhi standar kelayakan sebagai venue penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala regional hingga nasional.
Baca Juga: Konflik Batu Gosok Makin Panas: Dari Laporan “Misterius” hingga Dugaan Ancaman Hilang Nyawa
Penataan tersebut, jelas Bupati Nabit, mencakup perbaikan fasilitas dasar, pengelolaan ruang, hingga pemanfaatan kawasan sekitar stadion secara lebih produktif.
"Tidak hanya fokus pada sektor olahraga dan event, Pemerintah Kabupaten Manggarai juga merancang konsep pengembangan kawasan stadion berbasis ekonomi rakyat. Lahan kosong di sekitar stadion direncanakan akan dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian produktif dengan komoditas bernilai ekonomi guna mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar," benernya.
Bupati Nabit menilai integrasi antara fasilitas olahraga dan kawasan produktif menjadi pendekatan baru dalam pengelolaan aset daerah agar tidak hanya menjadi beban pemeliharaan, tetapi mampu menghasilkan manfaat berkelanjutan.
"Kita tidak mau aset pemerintah hanya menjadi tempat yang sepi dan membutuhkan biaya perawatan terus-menerus. Harus ada aktivitas ekonomi di dalamnya. Stadion ini ke depan harus memberi nilai tambah bagi masyarakat," tegasnya.
Upaya optimalisasi ini juga merupakan kelanjutan dari langkah pemeliharaan yang sebelumnya telah dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga terhadap stadion yang dibangun pada masa kepemimpinan mantan Bupati Manggarai, Antoni Bagul Dagur. Pemeliharaan awal dilakukan guna menjaga kelayakan fasilitas agar tetap dapat difungsikan.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Petrus C. Masangkat, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Wensislaus Sedan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Paulus Jeramun, Plt. Kabag Prokopim Fransiskus Beku, Camat Langke Rembong Emerenius Gonzaga Gau, serta jajaran teknis lainnya.
Lurah Bangka Leda, Fransiskus Ishak Henggor, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah daerah tersebut. Ia menilai optimalisasi Stadion Golo Dukal akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah kelurahan.