daerah

Gubernur NTT Buka Gelaran Takbiran Season III di Bundaran Tirosa Kota Kupang

Sabtu, 21 Maret 2026 | 06:55 WIB
Buka Kupang Bertakbir Season III, Gubernur Melki Laka Lena: Ini Harus Dibuat Tiap Tahun (Foto: Istimewa)

“Pawai ini bukan hanya milik umat Islam, tetapi merupakan pesta keberagaman warga Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur. Semangat kebersamaan yang kita lihat malam ini adalah fondasi utama pembangunan daerah ini”

Demikian disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, saat membuka kegiatan Kupang Bertakbir Season III yang digelar di Bundaran Tirosa, Kota Kupang, Jumat (20/3/2026) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa momentum pawai takbir merupakan simbol kuat bahwa Kota Kupang dan Provinsi NTT adalah rumah bersama bagi seluruh masyarakat, tanpa perlu membedakan suku dan agama.

Menurutnya, perbedaan agama, suku, dan budaya bukanlah penghalang untuk tetap bersatu dalam semangat persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati.

Baca Juga: Akselerasi Pembangunan NTT, Gubernur NTT Bentuk 5 Tim Kerja Percepatan Pembangunan Daerah

“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan selamat kepada seluruh kaum Muslimin dan Muslimah atas hari kemenangan ini. Selamat karena telah berhasil melalui momentum bulan puasa ini dengan khidmat, lancar, aman dan tertib, serta selalu diberikan kekuatan dari Allah SWT, untuk melewati setiap tantangan, godaan dan cobaan selama menunaikan Ibadah Puasa kali ini,” ujarnya.

Politisi partai Golkar ini juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kebersihan selama pelaksanaan pawai takbir.

“Saya berharap pawai malam takbiran ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Mari kita jaga kedamaian dan ketentraman bersama. Tidak boleh ada bendera lain selain bendera Merah Putih yang dikibarkan. Kita pastikan NTT tetap aman dan damai,” tegasnya.

Gubernur Melki juga berharap kegiatan Kupang Bertakbir dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari kekayaan tradisi perayaan hari besar keagamaan di NTT yang dirayakan secara inklusif oleh seluruh masyarakat.

Baca Juga: Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT: Fondasi Pembangunan Yang Mulai Terarah dan Terukur

“Acara Kupang bertakbir ini patut dibuat setiap tahun sehingga memperkaya khazanah peringatan hari-hari besar keagamaan di NTT yang kita rayakan bersama serta memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Nauril Firdaus Baleti, menjelaskan bahwa kegiatan Kupang Bertakbir yang diinisiasi oleh generasi muda Islam Kota Kupang ini bertujuan memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan.

Menurutnya, NTT dan Kota Kupang adalah rumah bersama bagi seluruh masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

Halaman:

Tags

Terkini