Alfaro menambahkan, selama ini aspirasi warga sudah berulang kali disampaikan, baik melalui audiensi formal maupun cara sederhana di media sosial. Namun hingga kini, belum ada realisasi konkret di lapangan.
"Ini soal keadilan. Kami juga warga NTT. Kami juga berhak menikmati jalan bagus seperti saudara-saudara kami di wilayah lain. Jangan sampai kami terus merasa dianaktirikan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi NTT maupun Dinas PUPR NTT terkait desakan pembangunan tuntas jalan provinsi Mukun-Wukir.