Dari Curhat Rumah Tangga ke Utang Rp37 Juta: Modus Cerita Sedih Ivon Burhan yang Bikin Pemberi Pinjaman Luluh, Ini Kronologinya

photo author
REDAKSI, Ide Nusantara
- Senin, 13 April 2026 | 13:42 WIB
Kepala Bidang (Kabid) Ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Nakertranskop & UKM) Manggarai Barat, Maria Agustina Ivony Burhan (Unggahan Facebook Ivony Burhan/status Whatsapp Emiliana Janggur)
Kepala Bidang (Kabid) Ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Nakertranskop & UKM) Manggarai Barat, Maria Agustina Ivony Burhan (Unggahan Facebook Ivony Burhan/status Whatsapp Emiliana Janggur)

IDENUSANTARA.COM - Kasus dugaan utang piutang yang menyeret Kepala Bidang (Kabid) Ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Nakertranskop & UKM) Manggarai Barat, Maria Agustina Ivony Burhan, kian mencuat ke publik. Seorang perempuan bernama Emiliana Janggur secara terbuka mengungkap kronologi panjang yang ia alami, mulai dari komunikasi awal bernuansa tekanan hingga berujung pada pemberian pinjaman uang sebesar Rp37 juta kepada Maria Agustina Ivony Burhan yang hingga kini belum dikembalikan.

Ulasan ini disusun berdasarkan penuturan langsung Emiliana kepada media ini pada Senin (13/4/2026), dengan kronologi yang dirinci secara bertahap sejak awal perkenalan hingga konflik hukum yang mulai mengemuka.

Awal Komunikasi: Telepon Mendadak dan Nada 'Awasan' Soal Gaji Karyawan

Emiliana mengisahkan bahwa perkenalannya dengan Ivon Burhan bermula secara tiba-tiba. Ia dihubungi melalui telepon oleh seseorang yang kemudian memperkenalkan diri sebagai pejabat di bidang ketenagakerjaan.

Baca Juga: Pinjam Uang dengan Dalih Masalah Rumah Tangga, Kabid Ketenagakerjaan Manggarai Barat ‘Ivon Burhan’ Terseret Kasus Utang Rp37 Juta

Dalam percakapan awal itu, Ivon menanyakan secara detail terkait gaji karyawan yang bekerja di vila milik Emiliana. Namun, menurut Emiliana, cara penyampaian tersebut terasa janggal dan cenderung mengandung tekanan.

"Dia tanya saya, berapa gaji tenaga kerja di vila. Tapi nadanya bukan sekadar tanya. Seperti awasan. Dia bilang sekarang gaji harus ikut UMR," ungkap Emiliana.

Tak hanya itu, Ivon juga disebut mengirimkan aturan-aturan terkait ketenagakerjaan, termasuk standar upah minimum yang harus dipatuhi. Bahkan, Emiliana mengaku sempat diingatkan bahwa usahanya bisa bermasalah jika tidak mengikuti ketentuan tersebut.

"Dia bilang kalau saya tidak ikut aturan, bisa saja usaha saya ditutup, bahkan bisa ada demo," katanya.

Emiliana menegaskan bahwa karyawan yang bekerja di vilanya saat itu sebagian besar adalah anak-anak praktik yang sedang menunggu ijazah. Meski demikian, ia tetap memberikan gaji, tempat tinggal, serta kebutuhan makan.

"Saya sudah hitung, kalau digabung dengan makan, tempat tinggal, itu malah lebih dari UMR. Jadi saya rasa tidak ada yang salah," jelasnya.

Perubahan Pola Komunikasi: Dari Tekanan ke Pendekatan Emosional

Sekitar tiga minggu setelah percakapan pertama, Ivon kembali menghubungi Emiliana. Namun kali ini, pendekatan yang digunakan berubah drastis.

Jika sebelumnya terkesan menekan, kali ini Ivon justru membuka cerita pribadi yang menyentuh sisi emosional.

Ia mengaku mengalami persoalan serius dalam rumah tangganya, mulai dari konflik dengan suami hingga kesulitan ekonomi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X