daerah

80 Tahun Gelap Gulita, Alfaro Remba Desak PLN Segera Survei 3 Desa di Elar Selatan Matim

Kamis, 30 April 2026 | 14:20 WIB
Tampak salah satu kampung di Elar Selatan yang belum teraliri listrik

Idenusantara.com-Tiga desa di Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, hingga kini masih hidup dalam kegelapan. Desa Langga Sai, Desa Mosi Ngaran, dan Desa Nanga Pu’un tercatat belum teraliri listrik sama sekali, meski Indonesia telah 80 tahun merdeka.

Kondisi ini memantik desakan keras dari Alfaro Remba, aktivis muda asal Elar Selatan. Pada Kamis (30/4/2026), Alfaro mendesak PT PLN (Persero) untuk segera menurunkan tim survei ke tiga desa tersebut sebagai langkah awal elektrifikasi.

"PLN harus segera turun survei. Kasihan warga kami di Langga Sai, Mosi Ngaran, dan Nanga Pu’un. Sudah 80 tahun Indonesia merdeka, tapi mereka masih pakai lampu pelita setiap malam," tegas Alfaro.

Baca Juga: Jalan Provinsi Mukun-Wukir Rusak Parah, Aktivis Muda Matim Desak Gubernur Melki Segera Tuntaskan

80 Tahun Merdeka, Masih Hidup dengan Lampu Pelita

Menurut Alfaro, warga di tiga desa itu terpaksa menggantungkan hidup pada lampu pelita dan senter seadanya sebagai satu-satunya sumber penerangan. Kondisi ini berdampak langsung pada pendidikan anak, ekonomi, dan keamanan warga saat malam hari.

"Saya sangat kecewa kepada pemerintah daerah dan DPRD yang tidak peduli. Tiga desa ini belum sama sekali disentuh listrik. Padahal listrik adalah kebutuhan dasar," ungkap Alfaro, yang juga berprofesi sebagai jurnalis.

Baca Juga: Haru Keluarga Tasya: Rumah Singgah Ruteng Bukti Negara Hadir, Terima Kasih Pak Gubernur NTT

Ia mengaku telah memperjuangkan isu listrik ini sejak 2020 melalui media sosial dan berbagai forum. Namun, hingga 2026, belum ada respons konkret dari pemerintah maupun wakil rakyat di Dapil 4 Manggarai Timur.

"Saya berjuang dari 2020 lewat ruang terbatas seperti medsos. Tapi tidak ada dukungan dari pemerintah. Saya berjuang untuk kepentingan orang banyak, bukan pribadi," tuturnya.

Program Indonesia Terang Mangkrak

Alfaro turut menyoroti Program Indonesia Terang yang dicanangkan Kementerian ESDM sejak 21 April 2016. Program tersebut menargetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik, dan sempat dikerjakan oleh PT Imza Risky Jaya dengan target selesai 2023.

"Faktanya sekarang sudah 2026, tapi warga Langga Sai, Mosi Ngaran, dan Nanga Pu’un belum juga merasakan listrik. Ini ada apa? Programnya mangkrak atau bagaimana?" kritik Alfaro.

 

Halaman:

Tags

Terkini