daerah

“Gigih: Catatan Pengabdianku” Diluncurkan, Kisah Rendah Hati Sekda Matim Boni Hasudungan Siregar yang Sempat Tolak Dibukukan

Jumat, 1 Mei 2026 | 18:03 WIB
Nardy Jaya, Editor Buku "Gigih" (Jejak Pengabdianku) saat di wawancarai Wartawan (Foto:Dok.NJ)

Keluarga dan Sosok Bersahaja

Di balik jabatan, Boni adalah sosok keluarga yang hangat. Ia menikah dengan Susanti Aruan pada 1 Agustus 1998 dan dikaruniai dua anak: Josua Aldivio Siregar (lahir di Ruteng, 14 Februari 2000) dan Gladys Mawarni Siregar (lahir di Ruteng, 1 Maret 2005).

Meski memegang jabatan penting, Boni tetap dikenal sederhana. Ia gemar olahraga dan membaca. Nardy menyebutnya sebagai pribadi dengan kerendahan hati, ketegasan dalam prinsip, dan keberanian mengambil keputusan demi kepentingan masyarakat.

Baca Juga: 80 Tahun Gelap Gulita, Alfaro Remba Desak PLN Segera Survei 3 Desa di Elar Selatan Matim

Bukan Biografi, Tapi Potret Pengabdian

Nardy menegaskan, Gigih bukan sekadar catatan biografis.

“Ia adalah potret perjalanan seorang anak bangsa yang memilih jalan pengabdian, dari Palembang hingga Manggarai Timur, dari masa muda di Viqueque hingga amanah besar sebagai Penjabat Bupati,” tulisnya.

Dalam setiap bab, pembaca akan menemukan keyakinan sederhana Boni: jabatan bukanlah kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab untuk melayani.

“Bukan kekayaan yang akan kita tinggalkan, melainkan jejak-jejak kecil yang membuat hidup ini berarti,” kutip Nardy dari Kahlil Gibran, mengawali pengantarnya.

 

Halaman:

Tags

Terkini