Potret Buram Pendidikan 3T di Balik Hardiknas
Kisah Yustina bukan satu-satunya. Data PGRI Sikka 2025 menyebut, 62% dari 1.200 guru SD di Sikka berstatus honorer. Rata-rata honor mereka di bawah Rp300 ribu.
Sementara itu, Kemendikdasmen mencatat 19.000 ruang kelas SD di NTT rusak berat per 2025. Di SDK Wukur sendiri, plafon kelas V sudah jebol sejak 2023.
Ironis, di saat APBN Pendidikan 2026 tembus Rp708 triliun dan program MBG digelontor Rp450 triliun, masih ada Yustina-Yustina lain yang digaji Rp150 ribu dan berjalan 6 km ke sekolah.
Baca Juga: Gema TIDAK! di Monas: Saat Pidato Presiden Prabowo Terbentur Realita Buruh May Day 2026
Hardiknas 2026 semestinya bukan sekadar upacara dan pidato. Hardiknas harus jadi alarm. Bahwa di balik panggung megah Jakarta, ada sandal jepit Yustina yang putus di tengah jalan berbatu Sikka.
“Saya tidak minta kaya. Saya cuma minta dihargai. Cukup agar saya bisa ke sekolah tanpa takut mati di jalan, dan bisa makan tanpa utang di kios,” pungkas Yustina.