Kisah Pilu Yustina Guru Honorer di Sikka: 11 Tahun Mengabdi, Bertaruh Nyawa dengan Gaji Rp150 Ribu

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Senin, 4 Mei 2026 | 06:23 WIB
Yustina Guru Honorer yang Viral di Sikka dengan gaji 150 ribu perbulan
Yustina Guru Honorer yang Viral di Sikka dengan gaji 150 ribu perbulan

“Cukup untuk beli sabun dan pasta gigi,”_ katanya sambil tersenyum getir.

Dengan upah Rp150 ribu, berarti Yustina digaji Rp5.000 per hari. Jauh di bawah UMP NTT 2026 sebesar Rp2.328.000. Jika dihitung per kilometer jalan kaki, Yustina hanya dibayar Rp833 untuk setiap 1 km medan maut yang ia tempuh.

Bertahan Demi Anak-Anak Pelosok 3T

Keterbatasan finansial dan taruhan nyawa setiap hari tidak melunturkan tekad perempuan itu. Yustina bertahan karena satu alasan yang sederhana namun menghunjam.

“Saya takut anak-anak di sini kehilangan masa depan. Kalau saya berhenti, siapa yang mau mengajar di SDK Wukur? Tidak semua guru mau ke pelosok dengan medan seperti ini,” ucapnya.

Di SDK Wukur, Yustina mengajar 17 murid kelas V. Ruang kelas berdinding papan, atap seng bocor saat hujan. Tapi semangat belajar anak-anak itu yang membuat Yustina tetap datang, meski kaki lecet dan upah tak sepadan.

Baca Juga: Demo Hardiknas di Jakarta, BEM SI: “MBG Dikebut, Pendidikan Kalang Kabut”

Harapan untuk Presiden Prabowo: Negerikan SDK Wukur, Prioritaskan Honorer 3T

Melalui momentum Hardiknas 2026, Yustina menitipkan harapan besar kepada Pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto.

Ada 3 permintaan utamanya:
1. Negerikan SDK Wukur. Dengan status negeri, sekolah bisa dapat Dana BOS Reguler, DAK Fisik, dan guru-gurunya masuk skema gaji dari APBN/APBD.


2. Bangun rumah dinas guru.

“Kalau ada rumah dinas dekat sekolah, kami tidak perlu taruhan nyawa tiap hari. Bisa fokus mengajar,”pintanya.


3. Prioritaskan guru honorer 3T di seleksi CPNS/PPPK.

“Kami sudah belasan tahun mengabdi. Tolong jangan samakan tes kami dengan yang baru lulus dan belum pernah ke pelosok,” tegas Yustina.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X