Kepuasan terpancar dari wajah para wisatawan setelah melihat kesigapan petugas di lapangan. I Komang Raynal Dewangga Alfreda, mewakili rekan-rekannya, memberikan apresiasi tinggi kepada pihak Kepolisian dan Syahbandar yang mencegah mereka menjadi korban penipuan yang lebih jauh.
"Kami berterima kasih kepada jajaran Polisi Pariwisata (Sat Pam Obvit) dan tim Syahbandar Labuan Bajo atas bantuan cepatnya dalam menangani kendala yang kami hadapi," ungkap Raynal dengan nada lega.
"Kami hampir saja menjadi korban penipuan oleh agen 'Quanty Tour' yang tidak melunasi pembayaran kepada pihak kapal. Berkat mediasi dari para petugas, persoalan ini dapat diselesaikan dengan sangat baik. Kami sangat puas dan berterima kasih; semoga di lain kesempatan kita dapat berjumpa kembali," sambungnya.
Baca Juga: Parkir Liar Jadi Target Operasi Patuh Turangga Polres Mabar di Labuan Bajo
Pengingat untuk Profesionalisme Industri
Meski situasi telah kembali kondusif dan aman, IPTU I Komang Agus Budiawan, S.E. tetap memberikan catatan keras bagi seluruh pelaku jasa wisata di gerbang masuk Taman Nasional Komodo tersebut.
"Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para pelaku jasa wisata di Labuan Bajo untuk selalu mengedepankan profesionalisme dan transparansi informasi," tegasnya.
Pihak kepolisian memastikan akan terus memantau aktivitas di Pelabuhan Marina guna memastikan setiap wisatawan yang datang merasa aman dan terlindungi dari praktik-praktik yang merugikan. Bagi Labuan Bajo, pelayanan bukan sekadar bisnis, melainkan wajah keramahan Indonesia di mata dunia.
"Kami akan terus memantau aktivitas di pelabuhan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo," sebut Perwira dengan balok dua dipundaknya itu.**#