Idenusantara.com-Tangis pecah setiap malam di rumah sederhana Marianus Sudirman dan Getrudis Jalkun di Kampung Rantang, Desa Haju Ngendong, Kec. Elar. Bukan karena lapar. Tapi karena mereka tak tega melihat putri mereka, Prisilia Chesa Mintra, menahan sakit.
Bayi yang baru lahir 15 Juni 2026 di RSUD Borong itu kini berusia 2 minggu. Sejak dalam kandungan, dokter sudah memvonis ada yang salah di kepala Prisilia.
Baca Juga: Gold Eranya Berakhir ! Neymar Pensiun dari Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
"Saya Hanya Bisa Peluk Dia Sambil Nangis, Pak"
Getrudis Jalkun, ibu Prisilia, menatap kosong ke arah gendongannya. Di bagian belakang kepala anaknya, terdapat benjolan lunak sebesar ± 4.73 x 7.72 cm. Dokter mendiagnosis Susp Meningokel DD Meningoensefalokel - ada celah di tulang tengkorak sehingga cairan menumpuk.
"Setiap malam dia tidak bisa tidur. Rewel terus. Saya hanya bisa peluk dia sambil nyusuin dan nangis. Sakit sekali rasanya lihat anak sekecil ini menahan sakit," ujar Getrudis lirih, matanya sembab.
Ia berharap ada keajaiban.
"Saya tidak minta banyak, Pak. Saya hanya mau lihat Prisilia sembuh. Bisa tidur nyenyak seperti bayi lain. Bisa besar dan panggil saya 'Mama'. Itu saja sudah cukup. Tolong bantu kami," tuturnya pilu.
Baca Juga: Belajar Melampaui Rumus, Ikhtiar Prodi Matematika Unika Ruteng Mencetak Guru Profesional
Ayah Petani: "Saya Pasrah, Tapi Saya Mau Berjuang untuk Anak Saya"
Marianus Sudirman, ayah Prisilia, hanya seorang petani di pelosok Manggarai Timur. Penghasilannya tidak menentu. Untuk makan sehari-hari saja sering pas-pasan.
Saat dokter bilang Prisilia harus segera dirujuk ke RS di Kupang untuk operasi, dunia Marianus runtuh.
"Saya ini siapa, Pak. Saya petani. Uang buat beli beras saja kadang tidak ada. Bagaimana saya mau bawa anak saya ke Kupang? Biaya mobil, kapal, tempat tinggal, obat, semua butuh uang," kata Marianus dengan suara tercekat.
"Dari Kemensos Kami masuk Desil 1. Kami dapat bantuan PKH dan Sembako, namun itu belum cukup. Saya pasrah di hadapan Tuhan. Tapi sebagai bapak, saya mau berjuang untuk anak saya. Tolong bantu kami. Saya tidak mau anak saya kenapa-kenapa karena kami miskin," lanjutnya.