internasional

Serukan Perdamaian Berikut Pesan Paskah Terakhir Paus Fransiskus

Kamis, 24 April 2025 | 20:26 WIB
Paus Fransiskus (Foto: IG franciscus)

Dia secara khusus mendoakan umat Kristiani yang tidak bisa menjalankan iman mereka secara bebas di benua tersebut.

"Tidak akan ada perdamaian tanpa kebebasan beragama, kebebasan berpikir, kebebasan berpendapat, dan penghormatan terhadap pandangan orang lain," ungkap Paus Fransiskus, menambahkan bahwa perdamaian sejati tidak mungkin terwujud tanpa perlucutan senjata yang nyata.

 

Baca Juga: Termasuk Manggarai Timur Kompak Dukung Sekolah Rakyat Pemda Siap Sediakan Lahan dan Tenaga Pengajar


Meruntuhkan Dinding Pemisah

"Terang Paskah mendorong kita untuk meruntuhkan dinding-dinding yang memisahkan kita," sebut Paus Fransiskus.

Dinding itu tidak hanya fisik, namun juga politis, ekonomi, dan spiritual. Dia mengajak negara-negara untuk menggunakan sumber daya mereka bukan untuk mempersenjatai diri, melainkan untuk memerangi kelaparan, berinvestasi dalam pembangunan, dan saling peduli satu sama lain.

Dia meminta para pemimpin dunia agar tidak tunduk pada logika ketakutan, tetapi mengarahkan kekuatan dan dana untuk menolong yang membutuhkan.

Baca Juga: Ajak Kepala Daerah Sukseskan Sekolah Rakyat Prof Nuh: Pendidikan Kunci Pengentasan Kemiskinan

Paus Fransiskus tidak melupakan rakyat Myanmar yang masih menderita akibat konflik dan, baru-baru ini, gempa dahsyat. Dia menyampaikan kesedihan mendalam atas jatuhnya ribuan korban jiwa.

Namun, dia menyampaikan secercah harapan, Pengumuman gencatan senjata adalah tanda harapan bagi seluruh rakyat Myanmar.

Di akhir pesannya, Paus Fransiskus menyerukan agar dalam Tahun Yubelium ini, Paskah juga menjadi momen yang tepat untuk membebaskan para tahanan perang dan tahanan politik.

"Betapa besar dahaga akan kematian, akan pembunuhan, yang kita saksikan setiap hari, yang lalu berdoa, Semoga prinsip kemanusiaan tidak pernah absen dari tindakan kita sehari-hari," keluhnya.

Halaman:

Tags

Terkini