Idenusantara.com-Upaya pengentasan kemiskinan memerlukan pendekatan khusus. Salah satunya melalui Sekolah Rakyat yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat sekaligus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2009-2014) Prof. Mohammad Nuh menegaskan, pengentasan kemiskinan tak bisa hanya dilakukan secara reaktif. Diperlukan pendekatan antisipatif melalui pendidikan untuk memutus rantai kemiskinan secara sistematis dan berkelanjutan.
Baca Juga: Mensos dan Mendagri Sosialisasikan Sekolah Rakyat ke Ratusan Pemda se-Indonesia
“Yang sedang miskin tetap diselesaikan, tapi jangan sampai ada pendatang baru yang (miskin). Nah, mengantisipasi yang paling teruji dan terpuji itu ya melalui pendidikan,” ujarnya dalam audiensi para kepala daerah dengan Mensos Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo Priyono di Kemensos, di Jakarta, pada Selasa (22/4/2025).
Maka dari itu, Prof. Nuh mendorong para kepala daerah untuk ikut berperan aktif dalam memutus rantai kemiskinan di wilayah masing-masing. Salah satu caranya dengan menyukseskan program Sekolah Rakyat.
“Kita mulai kepemimpinan panjenengan semua. Ayo, kita bebaskan lima keluarga, sepuluh keluarga hingga seratus (keluarga dari kemiskinan),” ajaknya.
Baca Juga: Termasuk Manggarai Timur Kompak Dukung Sekolah Rakyat Pemda Siap Sediakan Lahan dan Tenaga Pengajar
Dalam kesempatan ini Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan komitmen pemerintah untuk menyejahterakan rakyat.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai lembaga pendidikan berasrama dengan fasilitas lengkap dan standar internasional, untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Dibangun di atas lahan seluas 7 hingga 10 hektare, sekolah ini mampu menampung hingga 1.000 siswa. Targetnya, 200 titik Sekolah Rakyat akan berdiri tahun ini.
“Kira-kira 400 siswa untuk SD, 300 siswa untuk SMP, dan 300 siswa untuk SMA,” ujar Gus Ipul. Hingga kini Kemensos telah menerima 356 usulan lokasi dari pemerintah daerah. Sementara 53 titik Sekolah Rakyat tahap 1 ditargetkan direnovasi dan digunakan pada tahun ajaran 2025/2026 dan 85 titik tengah dalam proses survei. Gus Ipul optimistis, setidaknya 100 titik bisa mulai digunakan pada tahun ini.
Baca Juga: Gadaikan Partai Hanura untuk Dukung Geothermal, Edi Rihi di Tegur Ketua DPC Hingga di Berikan SP
Berbeda dari sekolah konvensional, seleksi masuk Sekolah Rakyat tidak menggunakan pendekatan akademik semata.
“Jangan dikira ini yang pintar-pintar yang diterima. Ini pendekatannya yang miskin dahulu,” kata Gus Ipul, mengutip arahan Presiden Prabowo.
Syarat utama bagi calon siswa adalah berasal dari keluarga miskin dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Ekonomi dan Sosial (DTSEN), berdomisili di kabupaten/kota penyelenggara.