BANGUN “IMUN” DENGAN IMUNISASI

photo author
FD, Ide Nusantara
- Kamis, 26 Oktober 2023 | 12:59 WIB
dr. Dessy Natasha Ade Putri, S.Ked (Sumber foto: Dokumen pribadi penulis)
dr. Dessy Natasha Ade Putri, S.Ked (Sumber foto: Dokumen pribadi penulis)

 

TUBUH manusia cukup rentan terhadap gangguan berbagai penyakit. Karenanya diperlukan tindakan pencegahan melalui imunisasi

Berikut penjelasan singkat mengenai imunisasi oleh dr. Dessy Natasha Ade Putri, S. Ked

IMUNISASI merupakan upaya pencegahan paling efektif untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Pemberian imunisasi dilakukan dengan memberikan “vaksin” sehingga terjadi imunitas (kekebalan) terhadap penyakit tersebut.

Sementara Vaksin sendiri merupakan bakteri atau virus yang sudah dilemahkan atau dimatikan guna merangsang pembentukan antibodi untuk melindungi tubuh di masa datang.

Imunisasi juga mencegah penyakit, kecacatan dan kematian dari PD3I termasuk tuberkulosis, hepatitis B, difteri, pertussis (batuk rejan), tetanus, polio, campak, pneumonia, diare akibat rotavirus, rubella dan kanker serviks. 

Imunisasi menyelamatkan jiwa dan menekan angka kematian

Organisasi kesehatan dunia yang bernaung di bawah PBB, yakni  WHO merilis data, sebanyak 2-3 juta jiwa terselamatkan setiap tahunnya karena imunisasi

Hal itu terjadi penurunan angka kematian anak di bawah usia 5 tahun dari 93 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1990 menjadi 39 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2018.

Imunisasi penting untuk memberikan perlindungan terhadap individu dari penyakit. Selain itu jika cakupan imunisasi tinggi dan merata dapat membentuk kekebalan kelompok dan melindungi kelompok masyarakat yang rentan. Pemberian imunisasi pada kelompok usia tertentu (anak) juga dapat membatasi penularan kepada kelompok usia dewasa atau orangtua

Baca Juga: Bayi Minum Air Putih Boleh Nggak? Begini Penjelasan Kemenkes

Selama masa pandemi dan pasca pandemi cakupan imunisasi menurun signifikan. Di Indonesia dapat dilihat terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I seperti polio di Aceh dan Jawa Barat, difteri dan campak yang muncul di berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan data WHO, jumlah anak yang tidak diimunisasi sama sekali sebelum pandemi atau tahun 2019 mencapai 12.9 juta dan meningkat pada era pandemi yaitu tahun 2021 menjadi 18.1 juta. Angka ini mulai membaik di era pasca pandemi yaitu tahun 2022 menjadi 14.3 juta anak

Klasifikasi Imunisasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: FD

Tags

Rekomendasi

Terkini

BANGUN “IMUN” DENGAN IMUNISASI

Kamis, 26 Oktober 2023 | 12:59 WIB
X