Sejak tahun 2022 pemerintah telah mengenalkan imunisasi beberapa antigen baru seperti Pneumokokus Konyugasi (PCV) untuk mencegah pneumonia atau radang paru, Human Papillomairus Vaccine (HPV) untuk mencegah kanker leher Rahim, Rotavirus (RV) untuk mencegah diare berat, Inactived Poliovirus Vaccine (IPV) dosis kedua untuk memperkuat perlindungan terhadap polio dan Japanese Encephalitis (JE) untuk mencegah ensefalitis (radang otak).
Pemerintah berkomitmen untuk melindungi anak-anak dan seluruh masyarakat Indonesia terhadap lebih banyak PD3I yang dapat berakibat pada kesakitan, kecacatan dan kematian
Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Dalam rekomendasi IDAI 2023 mengatakan terdapat dua jenis vaksinasi baru yang direkomendasikan untuk anak. Pembaruan vaksin tersebut yakni vaksin Dengue untuk demam berdarah, dimulai dari usia 6 tahun, vaksin HPV 9 valen untuk anak perempuan untuk pencegahan leher rahim yang dapat diberikan pada anak mulai dari usia 9 tahun.
Berikut jadwal imunisasi rutin dan lanjutan sesuai program pemerintah terbaru :
- • Usia < 24 jam : Hepatitis B
- • Usia 1 bulan : BCG, OPV 1
- • Usia 2 bulan : DPT-HepB-Hib1, OPV 2, PCV 1, RV 1
- • Usia 3 bulan : DPT-HepB-Hib2, OPV 3, PCV 2, RV 2
- • Usia 4 bulan : DPT-HepB-Hib3, OPV 4, PCV 3, RV 3
- • Usia 9 bulan : Campak-Rubela1, IPV 2
- • Usia 10 bulan : JE
- • Usia 12 bulan : PCV3
- • Usia 18 bulan : DPT-HepB-Hib4, Campak-rubela2
- • Kelas 1 SD : DT dan Campak-Rubela
- • Kelas 2 SD : Td
- • Kelas 5 SD : Td dan HPV (khusus siswi)
- • Kelas 6 SD : HPV
Apa Yang Terjadi Setelah Diimunisasi?
Seseorang yang telah diimunisasi, 80-95%% akan terhindar dari penyakit, dan apabila cakupan vaksinasi lebih dari 80% dapat memutus rantai penyebaran penyakit.
"kendati demikian sangat disayangkan di era informasi ini ada beberapa orangtua yang engggan memberikan anaknya imunisasi karena beberapa mitos yang beredar"
Misalnya vaksin memiliki beberapa kerugian dan efek samping jangka panjang yang belum diketahui dan bahkan bisa fatal. Faktanya vaksin itu aman dan reaksi vaksin hanya bersifat minor dan sementara seperti nyeri pada tempat penyuntikan atau demam ringan
Mitos lain adalah ASI saja cukup dan jika kita hidup sehat dan bersih maka tidak perlu dilakukan vaksinasi, faktanya PD3I dapat menyerang kembali bila vaksinasi dihentikan.
Sumber :
1. WHO. 2023. Immunization coverage. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/immunization-coverage
2. IDAI. 2023. Jadwal imunisasi anak IDAI 2023, https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-anak-idai
3. Unicef.org. diakses tanggal 26/9/2023. https://www.unicef.org/indonesia/id/cerita/mitos-atau-fakta-tentang-imunisasi?gclid=CjwKCAjw38SoBhB6EiwA8EQVLkDyS8BmwnIWYuf4swFSq4MqFY9vX2EHoj04SKhHVBGF8tR7O_fwHBoCiQUQAvD_
**(Penulis : dr. Dessy Natasha Ade Putri, S. Ked)**