Oleh: Heraklius Efridus ( Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian UNIKA St. Paulus Ruteng )
Ruteng, Idenusantara.com - Di tengah dinginnya udara kota Ruteng dan gemericik hujan yang kerap menyapa kota kecil ini, ada secangkir kopi hangat yang tak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga menyimpan kisah perjuangan.
Arman, seorang mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan, Program Studi Agronomi, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, tak hanya sibuk dengan buku-buku perkuliahan.
Di balik seragam mahasiswanya, ada jiwa pejuang yang tak kenal lelah untuk bertahan hidup di tanah rantau.
Dari Ojek Hingga Secangkir Kopi
Arman berasal dari Manggarai Timur, sebuah daerah yang terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya.
Namun, seperti banyak pemuda lainnya, ia memilih merantau ke Ruteng untuk mengejar pendidikan tinggi.
Bukan hanya dirinya yang ia bawa, tetapi juga dua adik kembarnya yang turut ia asuh di kota ini.
Awalnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup, Arman menjadi tukang ojek.
Setiap pulang kampus, ia menunggangi motornya, mengantarkan penumpang demi mendapatkan tambahan uang.
Namun, beberapa bulan kemudian, pendapatannya mulai tak menentu.
"Kadang dapat banyak, kadang sepi sekali. Saya sadar, saya butuh usaha lain," ujarnya.
Suatu hari, saat berkunjung ke Taman Natas Labar Motang Rua, ia melihat keramaian orang yang menikmati waktu santai.
Dari sana, muncul ide jual kopi keliling. Tak menunggu lama, Arman segera mewujudkan mimpinya.