Bahaya Tidur Kurang dari 7 Jam Sehari

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Jumat, 13 Juni 2025 | 07:36 WIB
Ilustrasi tidur (Getty Images/PonyWang)
Ilustrasi tidur (Getty Images/PonyWang)

Idenusantara.com -- Tidur yang cukup sangat dibutuhkan tubuh, terutama setelah seharian beraktivitas. Normalnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7 jam dalam satu hari. Lantas, apa yang terjadi jika sering kurang tidur atau tidur kurang dari 7 jam sehari? Ternyata dampaknya tidak main-main. 

Kurang tidur ternyata berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit, mulai dari obesitas, diabetes tipe 2, hingga penurunan fungsi kognitif dan penyakit jantung.

Simak pembahasan seputar bahaya tidur kurang dari 7 jam sehari di artikel berikut;

Resiko pada berat badan

Salah satu dampak yang bisa muncul adalah risiko kelebihan berat badan alias obesitas. Saat begadang atau kurang tidur, tubuh otomatis mengurangi pelepasan hormon leptin. Hormon ini bertugas untuk menekan nafsu makan dan mendorong penggunaan energi. Sebaliknya, saat kurang tidur tubuh malah akan melepas hormon ghrelin yang bisa meningkatkan nafsu makan. 

Baca Juga: Ternyata Tidur yang Cukup Bisa Membuatmu Terlihat Lebih Cantik

Resiko Diabetes 

Risiko penyakit diabetes tipe 2 juga meningkat pada orang yang tidur kurang dari 7 jam sehari. Pasalnya, saat tidur terjadi pengaturan glukosa dan metabolisme. Saat tubuh kurang istirahat, otomatis proses pengaturan ini akan terganggu. Tidak hanya itu, kurang tidur juga menyebabkan peningkatan kortisol yang bisa membuat sel lebih resisten terhadap insulin. 

Gangguan pada sistem imunitas

Dampak kesehatan lain yang bisa muncul akibat kurang tidur adalah gangguan pada sistem imunitas. Orang yang terbiasa tidur kurang dari 7 jam cenderung memiliki masalah pada sistem kekebalan tubuh. Malahan, hal ini disebut bisa membuat seseorang menjadi lebih rentan terserang penyakit, tapi lebih sulit untuk sembuh. 

Catatan:

Jauhkan gadget sebelum tidur dan buat tempat tidur senyaman mungkin. Jika terbangun di malam hari, hindari melihat jam dan kembali tidur. Sebab, melihat jam bisa membuat otak secara otomatis menghitung sudah berapa lama tubuh beristirahat dan mulai timbul pikiran lain, misalnya aktivitas apa yang harus dilakukan keesokan hari. Kalau sudah begitu, waktu tidur akan terpotong bahkan bisa membuat kesulitan untuk tidur kembali

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

5 Manfaat Bangun Pagi yang Terbukti Secara Ilmiah

Senin, 12 Januari 2026 | 22:40 WIB

Sejumput Kebaikan di Malam yang Lapar

Jumat, 4 Juli 2025 | 05:17 WIB

Bahaya Tidur Kurang dari 7 Jam Sehari

Jumat, 13 Juni 2025 | 07:36 WIB

Manfaat Bangun Pagi untuk Fisik dan Mental

Senin, 19 Mei 2025 | 05:12 WIB
X