Idenusantara.com - Baik tembakau maupun alkohol dapat mempengaruhi jantung. Meskipun efek buruk merokok terhadap risiko penyakit kardiovaskular sudah dikenali dengan baik dan langsung (risiko penyakit jantung meningkat seiring dengan jumlah merokok), dampak minum alkohol lebih kompleks.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa minum dengan sedang (3 - 14 minuman per minggu) mungkin dikaitkan dengan risiko serangan jantung yang lebih rendah, sementara minum berat mungkin meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.
Baca Juga: Waspadai Bahaya Alkohol bagi Kesehatan dan Kesuburan
Merokok juga umum di kalangan peminum alkohol, dan perokok serta peminum seringkali memiliki pola perilaku dan gaya hidup yang serupa, sehingga saat ini masih belum jelas apakah kombinasi atau efek independen dari merokok dan alkohol yang sangat meningkatkan risiko kardiovaskular.
Namun demikian, masalah kesehatan yang terkait dengan merokok dan minum alkohol berlebihan sangat banyak. Upaya kesehatan masyarakat untuk meminimalkan bahaya dari merokok dan minum mungkin dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.