Idenusantara.com-Minuman beralkohol sudah lama menjadi bagian dari budaya di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dari sekian banyak jenis minuman beralkohol, dua nama yang sering terdengar adalah beer (bir) dan rum. Meski sama-sama mengandung alkohol, keduanya memiliki banyak perbedaan mulai dari bahan dasar, proses pembuatan, hingga kadar alkoholnya.
Nah, biar tidak salah sebut saat nongkrong atau baca menu di bar, yuk kenali perbedaan beer dan rum berikut ini.
Baca Juga: Satu Kaki Menuju Final Barcelona Berpesta Gol Saat Bersua Dortmund
Bahan Dasar Gandum Dan Tebu
Perbedaan paling mendasar antara beer dan rum terletak pada bahan bakunya.Beer dibuat dari hasil fermentasi gandum, barley, atau biji-bijian lain. Proses ini menghasilkan minuman dengan rasa pahit khas dan sedikit berbusa.
Sementara itu, rum berasal dari tebu, baik dalam bentuk jus tebu, molase, atau sirup tebu. Karena itu, rum biasanya punya rasa yang lebih manis dan aroma yang lebih tajam dibandingkan beer.
Proses Pembuatan Fermentasi dan Distilasi
Beer dibuat lewat proses fermentasi sederhana, tanpa melalui penyulingan. Setelah bahan difermentasi dengan ragi, beer biasanya langsung dikemas dan siap dikonsumsi.
Rum justru melewati dua tahap: fermentasi dan distilasi (penyulingan). Proses distilasi inilah yang membuat kadar alkohol rum jauh lebih tinggi dibandingkan beer.
Baca Juga: Dinilai Tidak Lagi Efektif,DPR dan Kemenkumham Sepakat Hapus SKCK
Kadar Alkohol Ringan Dan Kuat
Kalau kamu mencari minuman dengan kadar alkohol rendah, beer adalah pilihan yang lebih aman. Rata-rata kadar alkohol beer berkisar antara 4% hingga 7%, tergantung jenis dan mereknya.
Berbeda dengan rum yang memiliki kadar alkohol tinggi, biasanya sekitar 35% hingga 50%. Karena itu, rum sering dikategorikan sebagai spirit atau minuman keras.