Lakukan riset terlebih dahulu melalui mesin pencari. Periksa apakah perusahaan tersebut benar-benar ada, bergerak di bidang apa, memiliki situs resmi atau tidak, serta apakah informasi lowongan tersebut juga tercantum di kanal resmi perusahaan.
Jangan hanya percaya pada logo atau nama perusahaan yang dicantumkan dalam poster lowongan.
4. Alamat Perusahaan Tidak Jelas
Perhatikan pula alamat perusahaan.
Informasi lowongan yang mencantumkan alamat kantor secara samar, tidak lengkap, atau bahkan tidak bisa ditemukan keberadaannya perlu dicermati lebih lanjut.
Pencari kerja dapat melakukan pengecekan melalui mesin pencari dan layanan peta digital. Bandingkan alamat yang tercantum dalam lowongan dengan alamat yang tersedia di kanal resmi perusahaan.
Jika informasi alamat, nomor telepon, website dan identitas perusahaan tidak saling sesuai, sebaiknya jangan langsung melanjutkan proses rekrutmen.
5. Menawarkan Gaji yang Terlalu Menggiurkan
Gaji tinggi tentu menjadi daya tarik bagi pencari kerja. Namun, tawaran penghasilan yang terlalu fantastis untuk sebuah posisi tertentu juga patut diperiksa.
Sebagai contoh, sebuah lowongan untuk fresh graduate menawarkan gaji Rp8 juta hingga Rp10 juta per bulan tanpa pengalaman dan dengan persyaratan yang sangat mudah.
Nominal tersebut belum tentu berarti penipuan. Akan tetapi, pencari kerja sebaiknya melihat keseluruhan informasi, mulai dari nama perusahaan, deskripsi pekerjaan, lokasi kantor, alamat email hingga mekanisme seleksi.
Jika gaji yang ditawarkan sangat tinggi sementara informasi perusahaan tidak jelas, kewaspadaan perlu ditingkatkan.
6. Lokasi Wawancara Berbeda dan Tidak Jelas
Pencari kerja juga perlu berhati-hati jika lokasi wawancara tiba-tiba berbeda dari alamat resmi perusahaan tanpa penjelasan yang masuk akal.
Pada proses rekrutmen normal, wawancara dapat dilakukan di kantor perusahaan atau melalui metode daring. Namun, beberapa perusahaan memang menggunakan lokasi berbeda, termasuk perusahaan outsourcing yang melakukan proses awal rekrutmen di kantor mereka.
Karena itu, perbedaan lokasi wawancara tidak otomatis berarti penipuan.
Yang penting, perusahaan outsourcing biasanya menjelaskan sejak awal bahwa mereka bertindak sebagai pihak yang mewakili perusahaan klien. Pencari kerja juga tetap perlu memastikan identitas perusahaan outsourcing tersebut dan tidak membayar biaya rekrutmen.