7. Diminta Membayar Sejumlah Uang
Ini merupakan salah satu tanda yang paling penting untuk diperhatikan.
Pencari kerja perlu sangat waspada jika dalam proses rekrutmen diminta membayar sejumlah uang untuk alasan apa pun, misalnya biaya administrasi, pelatihan, seragam, tiket perjalanan, akomodasi, atau biaya lainnya.
Modusnya bahkan bisa dibuat seolah-olah pelamar tidak perlu mengeluarkan biaya karena uang tersebut akan diganti melalui mekanisme reimbursement.
Contohnya, pelamar dinyatakan lolos tahap tertentu dan diminta datang ke luar kota. Pelamar kemudian diminta membayar sendiri tiket atau biaya perjalanan dengan janji akan diganti setelah sampai di lokasi.
Permintaan seperti ini harus diverifikasi secara ketat sebelum pelamar mengeluarkan uang atau memberikan data pribadi.
Jangan Terburu-buru Mengirim Data Pribadi
Selain memeriksa identitas perusahaan, pencari kerja juga sebaiknya berhati-hati dalam memberikan dokumen pribadi.
Jangan sembarangan mengirimkan data seperti foto KTP, nomor rekening, kartu keluarga, NPWP, PIN, password, kode OTP atau informasi sensitif lainnya kepada pihak yang identitasnya belum terverifikasi.
Baca Juga: Kementerian PU Buka Rekrutmen Petugas Sungai, Lulusan SMP Bisa Daftar, Cek Syarat dan Penempatannya
Jika menemukan lowongan yang mencurigakan, lakukan pengecekan melalui kanal resmi perusahaan. Jangan hanya mengandalkan nomor WhatsApp, akun media sosial atau kontak yang tercantum pada poster lowongan.
Jangan Mudah Tergiur Lowongan Kerja
Pada dasarnya, mencari pekerjaan membutuhkan ketelitian. Semakin menarik tawaran sebuah lowongan, semakin penting pula untuk memeriksa kebenaran informasinya.
Persyaratan yang mudah, gaji tinggi, email gratis, alamat perusahaan tidak jelas dan permintaan pembayaran merupakan sejumlah tanda yang patut dicermati.
Jika sebuah lowongan meminta calon pekerja mengeluarkan uang atau memberikan data sensitif sebelum identitas dan proses rekrutmennya terverifikasi, jangan terburu-buru melanjutkan.***