IdeNusantara.com-Suasana di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) pada Senin 20/1/2025 memanas saat puluhan pegawai menggelar aksi protes terhadap Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Para pegawai, yang mengenakan pakaian serba hitam, membawa spanduk berisi kecaman dan kritik terhadap kepemimpinan Satryo. Mereka bahkan mengirimkan karangan bunga sebagai simbol protes.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan 37 Proyek Strategis Ketenagalistrikan
Dalam aksi tersebut, spanduk bertuliskan, "Kami ASN, Dibayar oleh Negara, Bekerja untuk Negara, Bukan Babu Keluarga!" menjadi salah satu sorotan utama. Para pegawai juga menyuarakan tuntutan mereka secara langsung, menegaskan bahwa institusi negara bukanlah perusahaan pribadi menteri dan keluarganya.
Protes juga diwarnai dengan insiden di mana mobil menteri, yang berplat RI 25, diteriaki pegawai yang berunjuk rasa. Pegawai meminta Satryo turun dari mobil dan mendengarkan aspirasi mereka, namun kendaraan tetap melaju meninggalkan kerumunan.
Baca Juga: Bongkar Prediksi Line Up Racikan Patrick Kluivert Saat Timnas Indonesia Bertemu Australia
Ketua Paguyuban Pegawai Kemendikti Saintek, Suwitno, mengungkapkan bahwa permasalahan ini bermula sejak pergantian jabatan yang dinilai tidak sesuai prosedur dan dilakukan dengan cara-cara yang tidak adil.
"Tapi dengan cara-cara yang tidak elegan, cara-cara tidak fair, cara-cara juga tidak sesuai prosedur," kata Suwitno.
Ia juga menyoroti kasus pemecatan sepihak terhadap salah satu pegawai, Neni Herlina, yang diduga menjadi pemicu aksi ini.
"Kalau pegawai melakukan kesalahan, itu kan bisa ditindaklanjuti dengan penjatuhan hukuman disiplin. Tapi harus jelas prosedurnya, ini tidak dilakukan sama sekali. Bahkan diusir dan diberhentikan katanya, bahkan diminta angkat kaki," ujar Suwitno.
Berawal Dari Pemecatan Neni Herlina
Neni Herlina, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas menangani urusan rumah tangga kementerian, mengaku diberhentikan tanpa alasan yang jelas setelah terlibat kesalahpahaman terkait penataan meja kerja di ruangan menteri. Menurut Neni, insiden tersebut terjadi setelah istri Satryo menyampaikan ketidakpuasan terhadap penataan meja.