Suara Pegawai Menggema di Tengah Kepemimpinan Satryo Brodjonegoro, Ada Apa?

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Selasa, 21 Januari 2025 | 18:47 WIB
Demonstrasi pegawai Kemendikti Saintek (Sumber Foto:Medcom.id)
Demonstrasi pegawai Kemendikti Saintek (Sumber Foto:Medcom.id)

"Waktu itu permintaan mengganti meja itu dari istrinya sih. Karena waktu itu ke kantor, habis pelantikan beres-beres, kata sekretaris yang sekarang sudah dipecat itu bilang kayak gitu," kata Neni.

"Saya emang enggak tahu apa-apa, cuma besoknya dipanggil gitu aja. Dipanggil langsung dimarahi," imbuhnya.

Neni juga juga merasa takut dan bingung bagaimana ia harus bersikap di kantor apakah harus bekerja ke kantor atau tidak.

"Enggak ada SK-nya juga. Cuman maksudnya sudah keterlaluan aja di depan anak magang, di depan staf-staf saya, gitu. Mempermalukan saya kan," ujar dia.

 

Tanggapan Pihak KemendiktiSaintek

Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek, Togar M. Simatupang, menanggapi aksi tersebut dengan menyatakan bahwa kementerian selalu membuka ruang dialog.

"Sebenarnya masih tersedia ruang dialog yang lebih baik dan ini tetap dengan tangan yang terbuka, pemikiran yang terbuka, dan pencapaian resolusi yang terbaik," kata Togar.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Naik jadi US4,1 Miliar.

Meski demikian, Togar membantah tudingan pemecatan sepihak dan menegaskan bahwa proses penataan pegawai dilakukan dengan mempertimbangkan mutu layanan dan kebutuhan organisasi.

"Tidak sejauh itu, dalam penataan ada tingkat layanan dan mutu yang harus dijamin oleh bagian atau individu. Ada perbedaan dan tentu aplikasi penghargaan dan pembinaan," ungkap Togar.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X