Selain lahan, Bupati Lukman ini disampaikan dalam audiensi bersama Menteri Sosial Saifullah menyatakan siap mendukung dari sisi SDM.
"Kami akan mengalokasikan guru dari ASN dan P3K. Harapannya, proses belajar bisa dimulai secepatnya, bahkan tahun ini," katanya.
Dukungan serupa datang dari Kota Malang, Jawa Timur. Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menyatakan pihaknya telah menyiapkan lahan seluas hampir 8 ribu meter persegi, termasuk bangunan eksisting yang hanya perlu renovasi.
"Kami juga sedang mempersiapkan proses seleksi siswa dan rekrutmen pengajar, bekerja sama dengan Kemensos," katanya.
Erik menegaskan Pemerintah Kota Malang menaruh perhatian serius terhadap program ini. "Sekolah Rakyat akan menjadi tempat bagi anak-anak kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan layak," ujarnya.
Di Sulawesi Barat, Sekda Polewali Mandar, Ahmad Saifuddin, menyampaikan kesiapan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo.
"Kami rancang untuk menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA," katanya.
Baca Juga: Perempuan, Pendidikan, dan Revolusi Kritis: Menuntut Akses yang Setara
Ia menyebut model boarding school cocok diterapkan karena banyak siswa berasal dari keluarga tidak mampu dan tinggal di pelosok.
Ahmad berharap pembangunan dapat segera dilakukan agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.
"Ini solusi nyata mengatasi putus sekolah dan meningkatkan kualitas SDM Polewali Mandar," ujarnya.
Sementara itu, di Jawa Tengah, Kepala Dinas Sosial Imam Maskur mengatakan pihaknya menyiapkan dua lokasi SR, masing-masing di Salatiga dan Demak, dengan lahan seluas 5,2 hektare dan 29 hektare.
"Semua kebutuhan siswa ditanggung negara. Ini akan sangat membantu keluarga miskin dan mengurangi beban ekonomi mereka," terangnya.