Idenusantara.com - Dalam kunjungan kenegaraan yang sarat makna historis dan nilai kemanusiaan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan upacara penghormatan dan peletakan karangan bunga di Piskarovskoye Memorial Cemetery, St. Petersburg, Kamis (19/05/2025).
Pemakaman massal ini menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah modern, dimana terjadi pengepungan Leningrad selama Perang Dunia II yang merenggut lebih dari satu juta jiwa.
Dalam balutan diplomasi yang menyentuh ranah emosional dan historis, Presiden Prabowo mewakili bangsa Indonesia untuk memberi penghormatan atas tragedi yang mengguncang dunia.
Baca Juga: Prabowo Disambut Hangat di Rusia, Siap Bahas Kemitraan Strategis dengan Presiden Putin
Tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 waktu setempat, Presiden Prabowo disambut secara militer oleh pejabat tinggi Pemerintah Rusia.
Dengan sikap tenang namun penuh penghormatan, ia berjalan menuju titik utama peletakan bunga, ditemani suasana hening dan barisan kehormatan pasukan Rusia. Dua prajurit membawa karangan bunga utama, lalu meletakkannya di hadapan monumen. Presiden Prabowo kemudian melangkah maju, merapikan posisi karangan bunga dan berdiri memberikan penghormatan penuh khidmat.
Momen semakin menyentuh ketika 24 ketukan metronome terdengar pelan namun pasti, sebuah tradisi khas Rusia yang melambangkan denyut kehidupan selama masa pengepungan.
Simbol ini juga menjadi pengingat sunyi atas daya tahan warga sipil Leningrad yang selama 872 hari dikepung tanpa pasokan makanan dan bantuan dari luar.
Setelah prosesi utama, para anggota delegasi Indonesia turut meletakkan bunga bertangkai genap, sebagai simbol duka dalam budaya Rusia.
Delegasi yang mendampingi Presiden Prabowo antara lain: Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Rusia, Jose Tavares.
Rangkaian upacara ditutup dengan sesi foto resmi dan defile pasukan kehormatan militer Rusia.
Baca Juga: Tuntutan Hak Normatif Dipenuhi, Konflik YPTTK dan Lucius Proja Moa Berakhir Damai
Kehadiran Presiden di pemakaman bersejarah ini bukan sekadar seremoni simbolik, melainkan bentuk nyata dari diplomasi yang menghormati sejarah, mengangkat nilai kemanusiaan, dan membangun kepercayaan antarbangsa.
Artikel Terkait
Cabuli Anak Dibawah Umur, Pelaku Terancam Penjara 15 Tahun
Sambut Hari Bhayangkara Ke-79, Polisi Bagikan Makan Siang Gratis Bagi Pengendara di Labuan Bajo
Wisatawan Asal Tiongkok Tewas Tenggelam di Kawasan Taman Nasional Komodo
Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik, PLN Bersama Jurnalis Manggarai Site Visit ke PLTP Ulumbu
Tuntutan Hak Normatif Dipenuhi, Konflik YPTTK dan Lucius Proja Moa Berakhir Damai
Siap Bertarung dalam Pemilihan Ketua BEM UNIKA, Paket KITA Usung Visi Membumi, Berdaya, dan Berdampak Nyata
Hangat di Praha: Presiden Prabowo dan PM Ceko Bahas Penguatan Hubungan Bilateral di Tengah Transit Diplomatik