Selain memperkuat produksi pangan, pemerintah juga terus menjalankan program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi kemiskinan dan stunting.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh takut membangun kekuatan sendiri, termasuk dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi.
"Kita percaya kepada kekuatan kita sendiri. Kita percaya kepada hal-hal yang mendasar. PBB pun telah mengingatkan bahwa tantangan terbesar dunia adalah pangan, energi, dan air. Karena itu tidak boleh ada rakyat Indonesia yang lapar," tegas Presiden.
Baca Juga: Hadiri Kongres, Gubernur NTT Ajak PMKRI Bangun Kepemimpinan Bersama dan Kuatkan Ekonomi Rakyat
Presiden Prabowo pun mengajak seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk terus bekerja lebih keras, menjaga momentum capaian sektor pertanian, serta belajar dari berbagai negara yang berhasil membangun ketahanan pangan, agar Indonesia semakin kokoh sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan mampu menjamin kesejahteraan seluruh rakyatnya.
Dalam setiap kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menjelaskan bahwa capaian sektor pertanian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah, petani, penyuluh, TNI/Polri, pemerintah daerah, akademisi, serta seluruh pelaku usaha pertanian. Menurut Mentan Amran, berbagai indikator utama sektor pertanian saat ini menunjukkan tren yang semakin positif.
"Capaian yang disampaikan merupakan hasil kerja keras seluruh pihak. Saat ini Indonesia telah mampu mencapai swasembada seperti yang disampaikan Bapak Presiden pada delapan komoditas pangan strategis. Cadangan Beras Pemerintah juga telah menembus lebih dari 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, sehingga ketahanan pangan nasional berada pada posisi yang sangat kuat," ujar Mentan Amran.
Mentan Amran menambahkan, kesejahteraan petani juga terus meningkat. Nilai Tukar Petani (NTP) mencatat level tertinggi sepanjang sejarah senilai 127,73 didorong oleh kebijakan pemerintah yang menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah, memperbaiki tata kelola distribusi pupuk, serta menurunkan harga pupuk sekitar 20 persen tanpa menambah beban anggaran negara. Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian tumbuh 5,74 persen, menjadi yang tertinggi dalam sekitar 25 tahun terakhir.
Pemerintah juga memastikan produksi bulanan berada di atas kebutuhan konsumsi nasional sehingga pasokan pangan tetap aman dan stabil.
"Ke depan kami akan terus mengawal arahan Bapak Presiden agar produksi meningkat, kesejahteraan petani terus naik, harga pangan kita dorang agar tetap stabil dan membaik, dan Indonesia semakin kokoh sebagai negara yang berdaulat di bidang pangan," pungkas Mentan Amran.