Idenusantara.com-Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan kepala daerah se provinsi NTT, mengadakan rapat bersama Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, pada Rabu (19/3/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena bersama para kepala daerah se NTT membahas langkah-langkah strategis untuk mempercepat digitalisasi.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyebut, percepatan digitalisasi di NTT akan menyentuh sektor vital pembangunan di NTT, seperti sektor pariwisata, UMKM, dan layanan kesehatan berbasis digital telemedicine.
“Dalam rapat bersama tersebut, terdapat sejumlah langkah nyata yang akan dilaksanakan ke depan. Di antaranya ialah sebanyak 208 Kecamatan di NTT siap terhubung fiber optik, Telemedicine BPJS segera diterapkan, dan UMKM dan pariwisata makin terdigitalisasi,” kata Gubernur NTT Melki Laka Lena mengutip Selatanindonesia.
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa digitalisasi harus bisa membawa perubahan nyata bagi segenap masyarakat NTT.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat NTT tidak tertinggal dalam era digital ini. Dengan internet yang lebih merata, anak-anak bisa belajar lebih baik, UMKM bisa memperluas pasar, dan layanan kesehatan bisa menjangkau lebih banyak orang,” katanya.
Adapun salah satu program yang akan segera diterapkan yakni telemedicine, yang memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan secara digital tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
“BPJS Kesehatan siap menjadikan NTT sebagai proyek percontohan telemedicine, karena di beberapa daerah, akses ke fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan besar,” jelas Gubernur Melki.
Meutya Hafid Dorong Infrastruktur Digital dan CSR Teknologi untuk Atasi Stunting di NTT
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur digital di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu dipertegas dalam pertemuan dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.MenKomdigi Meutya Hafid menegaskan langkah konkret untuk meningkatkan konektivitas internet di wilayah tersebut.
“Kami segera mengundang seluruh operator untuk turun langsung ke NTT, mengevaluasi kondisi jaringan, dan mengambil langkah-langkah strategis. Jika sinyal lemah, kapasitas akan ditambah. Jika kekurangan BTS, kami akan percepat pembangunannya,” ujar Menkomdigi Meutya dikutip dari Koranntt.