“Sebanyak 208 kecamatan di NTT masih belum terhubung dengan fiber optik. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagaimana kita memastikan setiap orang di NTT memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di era digital,” pungkas Meutya.
Baca Juga: Desa Bersatu; Dudung Abdurrachman Resmi Buka Rakornas Desa 2025
Lebih lanjut, Menteri Meutya Hafid menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat dapat menggunakan internet secara produktif.
“Digitalisasi tidak hanya soal membangun jaringan, tetapi juga tentang membangun pemahaman. Kita harus memastikan masyarakat bisa memanfaatkan internet untuk hal-hal positif, seperti pendidikan, bisnis, dan layanan kesehatan, bukan hanya untuk hiburan,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya transformasi digital, Kemkomdigi juga menyiapkan digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) dan perlindungan anak di ruang digital.
“Konektivitas yang merata akan mendukung distribusi bantuan lebih efisien serta melindungi masyarakat, terutama anak-anak, dari ancaman kejahatan siber,” tambah Meutya Hafid.
Menutup pertemuan, Menteri Meutya Hafid menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem digital yang inklusif.
“Lebih dari sekadar sinyal, digitalisasi adalah tentang bagaimana kita menciptakan peluang baru bagi masyarakat. Dengan akses internet yang lebih luas dan berkualitas, kita bisa membuka masa depan yang lebih cerah bagi NTT,” pungkasnya.