nasional

Lintas Iman di Iduladha: Gereja Katolik Indonesia Bagikan Sapi dan Kambing untuk Umat Muslim

Jumat, 29 Mei 2026 | 12:10 WIB
Lintas Iman di Iduladha: Gereja Katolik Indonesia Bagikan Sapi dan Kambing untuk Umat Muslim (Foto: Komsoskam Jakarta)

Idenusantara.com-Iduladha 1447 H tahun ini kembali menghadirkan pemandangan yang menghangatkan: Gereja Katolik di berbagai daerah Indonesia menyalurkan hewan kurban untuk saudara Muslim. Dari Katedral Jakarta sampai Labuan Bajo, sapi dan kambing dibagikan sebagai bukti bahwa toleransi di negeri ini hidup dan tumbuh.

Perayaan Iduladha pada 27 Mei memang momen umat Muslim berbagi daging kurban ke kerabat, tetangga, dan kaum dhuafa. Tahun ini, semangat berbagi itu dirasakan lintas iman.

Baca Juga: Sapi Kurban Presiden Siloam 1,1 Ton Diserahkan di UMK, Gubernur NTT: Ini Simbol Solidaritas dan Gotong Royong

Katedral Jakarta Rutin Sumbang ke Masjid Istiqlal

Gereja Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Jakarta, kembali menyalurkan hewan kurban ke Masjid Istiqlal yang letaknya tepat di seberang katedral. Masjid terbesar di Asia Tenggara itu menerima sapi besar sumbangan Katedral pada Rabu (27/5/2026).

Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut aksi ini bagian dari “budaya berbagi” Indonesia.

“Kita dorong siapa pun, tanpa memandang agama, untuk ikut serta berbagi, terutama saat Iduladha. Karena distribusi daging ini paling bermakna secara sosial,” ujarnya.

“Tetangga kita Katedral juga menyumbang sapi-sapi yang besar. Rutin setiap tahunnya pasti nyumbang,” tambah Menag Nasaruddin.

Baca Juga: Polda NTT dan Polres Jajaran Salurkan 115 Hewan Kurban untuk Warga di Iduladha 1447 H

Paroki St. Theresia: Sudah 6 Kali Berbagi ke Tanah Abang

Di Jakarta Pusat, Paroki Santa Theresia menyalurkan dua ekor sapi pada 26 Mei untuk warga Muslim Karet Tengsin dan Tanah Abang. Sapi diserahkan Pastor Paroki Romo Benny Beatus Wetty SJ kepada Ustaz Harun Al Rasyid dari Masjid Ijtihad, disaksikan dewan paroki.

Romo Benny menegaskan inisiatif ini berakar dari kerukunan yang sudah lama dijaga.

“Kegiatan bersama dalam semangat toleransi, persaudaraan, dan penghormatan terhadap keragaman harus terus dipertahankan,” katanya.

Cheppy Wartono, kepala bagian hubungan antaragama paroki, menambahkan: “Kemanusiaan adalah salah satu tujuan inti kehidupan beragama.”

Halaman:

Tags

Terkini