Bagi warga setempat, ini bukan kali pertama. Ustaz Babay menyebut paroki sudah enam kali mengirim kurban.
“Ini sudah kali keenam kami menerima hewan kurban,” katanya.
Sejumlah paroki lain di Keuskupan Agung Jakarta juga melakukan hal serupa di sekitar wilayahnya.
Baca Juga: Bahlil Kirim Sapi Kurban ke Kupang, Golkar NTT: Iduladha Momentum Perkuat Toleransi
Uskup Labuan Bajo Antar Sapi Disambut Adat Manggarai
Di Indonesia Timur, Keuskupan Labuan Bajo, Flores, NTT yang mayoritas Katolik juga ikut berbagi. Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus menyerahkan seekor sapi ke Masjid Agung Al-Munawwarah Terang.
Penyerahan disambut resepsi adat Manggarai di hadapan tokoh Muslim dan pejabat pemerintah.
“Kami membawa hadiah berupa hewan kurban sebagai tanda persaudaraan dan dukungan bagi keluarga Muslim,” ucap Uskup Maksimus.
Imam Masjid Al-Munawwarah, Ruslin, merasa langkah ini sangat bermakna.
“Kehadiran uskup memperkuat kami sebagai umat Muslim yang sedang mempersiapkan Iduladha, dan sekaligus menegaskan kebersamaan kami dengan keluarga Katolik yang telah lama hidup harmonis di sini,” ujarnya.
Indonesia: Rumah Besar Toleransi
Data resmi mencatat 87% dari 280 juta penduduk Indonesia adalah Muslim, sekitar 10% Kristen. Kementerian Pertanian memperkirakan 2,36 juta hewan akan disembelih Iduladha tahun ini.
Aksi berbagi kurban lintas agama ini bukan kejadian tunggal. Sejumlah keuskupan lain di Indonesia juga menyalurkan kurban ke komunitas Muslim lokal.
Lebih dari sekadar daging kurban, aksi ini jadi contoh nyata bahwa di Indonesia, beda agama tidak memisahkan. Justru jadi alasan untuk saling menguatkan.