Rumput Liar di Golo Kantar: Catatan Kritis Menyambut HUT Kemerdekaan

photo author
Viktor Anggalo Nodet, Ide Nusantara
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:56 WIB
Viktor Anggalo Nodet pemuda Desa Golo Kantar. Foto: Dokpri
Viktor Anggalo Nodet pemuda Desa Golo Kantar. Foto: Dokpri

Matim, Idenusantara.com -Bulan Agustus selalu datang membawa warna merah putih di setiap sudut negeri. Desa-desa ramai mengibarkan bendera, mengecat pagar, dan mempersiapkan lomba tujuhbelasan. HUT Kemerdekaan RI bukan sekedar momen perayaan, tapi juga ajakan untuk bercermin: sejauh mana kita, di desa, sudah mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

Sebagai anak Desa Golo Kantar; Kecamatan Borong; Kabupaten Manggarai Timur yang tumbuh dan dibesarkan di tanah ini, saya merasa perlu menyampaikan catatan kecil. Golo Kantar punya posisi strategis: dekat Kota Borong, dekat pusat pemerintahan kabupaten, dan punya akses yang baik. Namun, dibalik semua itu, ada hal sederhana yang seolah luput dari perhatian: rumput liar yang dibiarkan tumbuh di halaman kantor desa dan di jalan tani.

Kantor Desa: Simbol Desa yang Layak Dirapikan Menyambut Kemerdekaan


Kantor Desa Golo Kantar memiliki desain yang cukup rapi. Pagar berdiri kokoh, bangunan tampak megah. Namun, jika kita mendekat, pemandangan rumput liar akan menyambut kita. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya hal kecil. Tetapi dalam momen HUT Kemerdekaan, kantor desa adalah wajah resmi desa yang seharusnya menunjukkan kesiapan, kerapian, dan kebanggaan masyarakat.

Kepala Desa sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan desa memiliki tanggung jawab wajah desa harus tertata. Menyambut kemerdekaan, membersihkan halaman kantor desa bukan hanya urusan estetika, melainkan juga tanda bahwa pemerintah desa serius merawat amanahnya.

Jalan Tani: Infrastruktur yang Seharusnya Bangkit Bersama Semangat Kemerdekaan


Jalan tani dibangun untuk mempermudah petani ke kebun, mengangkut hasil panen, dan memperlancar roda ekonomi desa. Namun, di Golo Kantar, jalan tani sering kali menjadi jalur rumput liar, bukan jalur distribusi hasil pertanian.

HUT Kemerdekaan menjadi momen yang tepat untuk membangkitkan semangat gotong royong membersihkan jalan tani. Pemerintah desa, dibantu masyarakat, dapat menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan yang berdampak nyata. Infrastruktur yang dirawat dengan baik akan memberikan manfaat lebih lama dibandingkan sekedar membangun proyek baru yang kemudian dibiarkan.

Refleksi Kemerdekaan di Desa


Kemerdekaan bukan sekedar perayaan simbolis, tetapi juga keberanian mengambil tindakan nyata. Rumput liar di kantor desa dan jalan tani mungkin tampak sepele, tetapi ia menjadi cermin pola pikir pengelolaan desa: apakah kita puas dengan setengah hati atau mau bergerak untuk perubahan?

HUT Kemerdekaan RI adalah saat yang tepat bagi Kepala Desa dan masyarakat untuk menunjukkan keseriusan mengisi kemerdekaan. Membersihkan rumput liar bukan hanya membersihkan tanah, tetapi juga membersihkan cara pandang yang selama ini membiarkan hal sederhana terabaikan.

Tahun ini, mari kita rayakan kemerdekaan dengan makna yang lebih dalam Golo Kantar layak merdeka dari rumput liar—baik yang tumbuh di tanah, maupun yang tumbuh di cara kita mengelola desa.*

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Viktor Anggalo Nodet

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB
X