Kedua, Pemberian Modal dengan Bunga Ringan. Memberikan akses pembiayaan yang mudah dan bunga rendah agar petani tidak perlu lagi meminjam kepada tengkulak.
Ketiga, Edukasi dan Pelatihan. Meningkatkan pengetahuan petani tentang hak-hak mereka, cara bertransaksi yang adil, serta pengelolaan usaha tani secara modern.
Keempat, Pengawasan dan Regulasi. Membentuk mekanisme pengawasan terhadap praktik tengkulak agar tidak merugikan petani dan memastikan sistem distribusi yang lebih adil.
Kesimpulan
Kehadiran tengkulak di Manggarai sejatinya bisa berperan sebagai penghubung yang memudahkan petani menjual hasil panen. Namun, kenyataan saat ini menunjukkan bahwa tengkulak justru menjadi penyebab kerugian besar bagi petani lokal. Masalah ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan petani, tetapi juga pada kemajuan pertanian dan perekonomian daerah. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan petani sangat diperlukan untuk menciptakan sistem pertanian yang adil dan berkelanjutan di Manggarai.