Sorry, tapi menganggap ribuan anak yang terbaring mual dan muntah di rumah sakit sekadar sebagai "margin eror" statistik menunjukkan betapa lebarnya jurang empati antara penguasa dan realitas akar rumput. Nyawa manusia, apalagi anak-anak, tidak bisa direduksi menjadi sekadar angka pembelaan demi menyelamatkan wajah proyek triliunan.
Menanti Transparansi
Kini, tuntutan publik menyatu dalam satu suara. Jika pemerintah memang yakin program ini tepat sasaran, maka buka datanya secara transparan. Gelar survei independen dan sebar angket terbuka. Dengarkan suara orang tua dan siswa tanpa sensor birokrasi.
Jika dibiarkan berjalan tanpa evaluasi radikal, program yang diklaim menyelamatkan generasi ini justru akan dikenang sebagai simbol pemborosan anggaran terbesar dekade ini. Ini bukan soal benci pada programnya, ini soal tanggung jawab mutlak terhadap uang rakyat dan masa depan anak-anak bangsa.(Lhyna Marlina)