opini

Di Balik Kotak Makan Siang: Kisah Ratusan Triliun Rupiah yang Berakhir di Tempat Sampah

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:43 WIB
Ilustrasi MBG yang berakhir di tempat sampah (Foto:Ist.LM)

​Sorry, tapi menganggap ribuan anak yang terbaring mual dan muntah di rumah sakit sekadar sebagai "margin eror" statistik menunjukkan betapa lebarnya jurang empati antara penguasa dan realitas akar rumput. Nyawa manusia, apalagi anak-anak, tidak bisa direduksi menjadi sekadar angka pembelaan demi menyelamatkan wajah proyek triliunan.

Menanti Transparansi

Kini, tuntutan publik menyatu dalam satu suara. Jika pemerintah memang yakin program ini tepat sasaran, maka buka datanya secara transparan. Gelar survei independen dan sebar angket terbuka. Dengarkan suara orang tua dan siswa tanpa sensor birokrasi.

​Jika dibiarkan berjalan tanpa evaluasi radikal, program yang diklaim menyelamatkan generasi ini justru akan dikenang sebagai simbol pemborosan anggaran terbesar dekade ini. Ini bukan soal benci pada programnya, ini soal tanggung jawab mutlak terhadap uang rakyat dan masa depan anak-anak bangsa.(Lhyna Marlina) 

Halaman:

Tags

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB