opini

Inflasi sebagai "Pajak Tersembunyi": Saat Nilai Uang Menguap Tanpa Disadari

Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:39 WIB
Inflasi sebagai Pajak tersembunyi (Foto:Ist.LM)

Ketimpangan Distribusi dan Urgensi Aset Riil

​Kondisi ini pada akhirnya memicu redistribusi kekayaan yang regresif. Pemilik aset fisik seperti properti dan logam mulia memiliki perisai pelindung yang kuat. Emas, secara historis, terbukti andal sebagai instrumen pelindung nilai (hedging). Sementara itu, tanah dan properti—didorong oleh faktor kelangkaan dan pertumbuhan populasi—memiliki kecenderungan untuk terapresiasi jauh di atas angka inflasi.

Baca Juga: Bahlil ke Mahasiswa RI di AS: Jangan Pulang Jadi Followers

​Di sinilah letak krusialnya literasi finansial. Publik harus mulai beralih dari sekadar menyimpan uang menuju pemahaman tentang imbal hasil riil (selisih antara imbal hasil nominal dan tingkat inflasi). Jika imbal hasil suatu investasi gagal melampaui angka inflasi, pemilik dana pada hakikatnya masih kehilangan daya belinya.

​Pengendalian inflasi oleh otoritas moneter terbukti bukan semata-mata tentang menjaga stabilitas makroekonomi. Lebih dari itu, langkah tersebut adalah fondasi untuk memastikan keadilan sosial, agar jerih payah ekonomi masyarakat tidak menguap begitu saja oleh pajak yang tak pernah mereka setujui.(LM) 

Halaman:

Tags

Terkini

Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:17 WIB

Mampukah Wartawan Adil Sejak Dalam Pikiran?

Senin, 9 Februari 2026 | 21:53 WIB

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Senin, 9 Februari 2026 | 07:29 WIB

Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir

Jumat, 6 Februari 2026 | 23:25 WIB

KERTAS TII MAMA RETI

Kamis, 5 Februari 2026 | 22:56 WIB