Ketimpangan Distribusi dan Urgensi Aset Riil
Kondisi ini pada akhirnya memicu redistribusi kekayaan yang regresif. Pemilik aset fisik seperti properti dan logam mulia memiliki perisai pelindung yang kuat. Emas, secara historis, terbukti andal sebagai instrumen pelindung nilai (hedging). Sementara itu, tanah dan properti—didorong oleh faktor kelangkaan dan pertumbuhan populasi—memiliki kecenderungan untuk terapresiasi jauh di atas angka inflasi.
Baca Juga: Bahlil ke Mahasiswa RI di AS: Jangan Pulang Jadi Followers
Di sinilah letak krusialnya literasi finansial. Publik harus mulai beralih dari sekadar menyimpan uang menuju pemahaman tentang imbal hasil riil (selisih antara imbal hasil nominal dan tingkat inflasi). Jika imbal hasil suatu investasi gagal melampaui angka inflasi, pemilik dana pada hakikatnya masih kehilangan daya belinya.
Pengendalian inflasi oleh otoritas moneter terbukti bukan semata-mata tentang menjaga stabilitas makroekonomi. Lebih dari itu, langkah tersebut adalah fondasi untuk memastikan keadilan sosial, agar jerih payah ekonomi masyarakat tidak menguap begitu saja oleh pajak yang tak pernah mereka setujui.(LM)