Pendidikan Butuh Guru yang Dihargai, Bukan Hanya Regulasi yang Tertib
Pada akhirnya, guru non-ASN memang perlu kepastian. Mereka tak boleh selamanya menggantung. Tapi kepastian itu harus berupa jalan yang adil, bukan sekadar batas waktu.
Kalau selama ini mereka jadi penyangga pendidikan di banyak daerah, negara tak boleh perlakukan mereka seperti catatan pinggir. Karena yang dibicarakan bukan hanya nasib guru honorer. Ini masa depan sekolah negeri yang selama ini mereka bantu jalankan.
Lucunya, bangsa ini ingin pendidikan maju cepat, tapi orang yang menggerakkan pendidikan justru diminta sabar pelan-pelan. Ingin murid hebat, tapi gurunya dibiarkan hebat menahan cemas.
Maka kalau benar guru honorer mau dirapikan, semoga yang rapi bukan hanya aturannya. Semoga nasib mereka juga ikut dirapikan. Sebab pendidikan tidak cukup hanya punya regulasi yang tertib. Pendidikan juga butuh guru yang dihargai dengan pantas.