Labuan Bajo, Idenusantara.com - Putri Manggarai 2025 tampil memukau dalam Presentation Night Fremantle–Indonesia Race and Rally yang digelar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 24 Mei 2024.
Diketahui, acara ini merupakan puncak dari ajang perlombaan layar terpanjang di Australia yang menempuh jarak lebih dari 1.510 nautical miles atau setara 2.796 kilometer dari Fremantle, Australia ke Pulau Komodo.
Baca Juga: 9 Finalis Putri Manggarai 2025 Raih Penghargaan untuk 8 Kategori, Simak Penjelasannya!
Acara bergengsi ini dihadiri oleh peserta dari 14 kapal layar berukuran 10 hingga 15 meter, yang bersandar di Labuan Bajo. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Fremantle Sailing Club, bekerja sama dengan pemerintah daerah, sekolah setempat, serta Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).
Malam penghargaan ini turut menjadi ajang promosi kekayaan budaya dan pariwisata Flores kepada masyarakat Australia Barat. Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Vinsensius Jemadu, menjelaskan bahwa ini adalah kali pertama ajang ini digelar di Labuan Bajo.
“Mereka datang dengan 15 kapal pesiar dan membawa 150 wisatawan berkualitas. Mereka akan berada di Labuan Bajo selama sebulan, dan setelah itu akan disebar ke sejumlah destinasi wisata seperti Wae Rebo, Desa Golo Loni, Ruteng, hingga Kelimutu,” ujar Vinsensius.
Tidak hanya berwisata, para peserta juga terlibat dalam kegiatan sosial seperti pemberian donasi kepada sekolah pelayaran di Manggarai Barat.
"Ini untuk memotivasi anak-anak mengenal laut dan samudera. Mereka sangat gembira sekali melihat adanya sekolah pelayaran," tambahnya.
Lebih lanjut, Vinsensius mengungkapkan bahwa ajang ini juga memperkenalkan konsep sustainable tourism. Ke depan, wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo akan dihitung jejak karbonnya dan diwajibkan melakukan kompensasi, seperti menanam pohon.
Putri Manggarai dan Tenun Tradisional dalam Sorotan
Salah satu momen istimewa dalam malam penghargaan tersebut adalah penampilan Putri Manggarai 2025 yang membawakan busana berbahan dasar tenun Manggarai. Crescentia Atniseyla Tegok, sebagai juara Putri Manggarai 2025, tampil memukau dalam balutan busana modern yang tetap mempertahankan kekayaan warisan budaya lokal.
“Ini adalah bentuk dukungan pemerintah terhadap talenta muda di Flores dan pengembangan tenun Manggarai agar bisa tampil dalam desain yang modern, tidak hanya di acara formal adat,” ungkap Vinsensius.
Menurutnya, kreasi tenun Manggarai bisa menjadi tren fesyen kekinian sekaligus membangkitkan rasa bangga di kalangan generasi muda. “Kami ingin menunjukkan bahwa tenun Manggarai bisa membuat seseorang tampil lebih cantik, ganteng, dan percaya diri,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pesona Manggarai Raya, Heri Baben, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata dan BPOLBF atas dukungan yang diberikan kepada Putri Manggarai untuk tampil di ajang internasional ini.
Artikel Terkait
Ramah dan Penuh Talenta, Putri Widemor Raih Penghargaan Miss Popularity Putri Manggarai Tahun 2025
Mandiri dan Bertanggung Jawab, Kesan Mendalam Orangtua Cintya Tegok, Pemenang Putri Manggarai Tahun 2025
Juara Putri Manggarai Crescentia Atniseyla Tegok Wakili NTT dalam Ajang Pemilihan Putri Indonesia
9 Finalis Putri Manggarai 2025 Raih Penghargaan untuk 8 Kategori, Simak Penjelasannya!