Menguak Fakta Liang Bua, Rumah Hobbit dari Flores

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Jumat, 4 April 2025 | 06:18 WIB
Foto Ilustrasi liang bua rumah Hobbit dari flores (Istimewa)
Foto Ilustrasi liang bua rumah Hobbit dari flores (Istimewa)

Manggarai, idenusantara.com - Gua liang Bua merupakan salah satu situs arkeologi penting dunia. Gua Liang Bua berlokasi di Kampung Teras, Dusun Golo Manuk, Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Flores. Kordinat 080 31’50,4’ LS dan 1200 26’ 36,9’ BT dengan ketinggian +500 m di atas permukaan laut.

Gua ini terkenal karena merupakan tempat penemuan fosil Homo floresiensis, sebuah spesies manusia purba yang diperkirakan hidup sekitar 12.000 hingga 60.000 tahun yang lalu.

Manusia purba yang ada di gua ini memang mencuri perhatian dunia arkeologi karena dari berat dan tingginya mirip Hobbit. Fosil ini ditemukan pada 2003 yang membuat nama Gua Liang Bua menjadi dikenal seluruh dunia. Gua ini menjadi tempat tinggal bagi manusia Homo Floresiensis atau Hobbit dari Flores. 

Letak Liang Bua tidak terlalu jauh dari Kota wisata religi Ruteng. Jaraknyanya kurang lebih 13 kilometer dari Ruteng. Dan, untuk mencapai kesana pengunjung dapat menggunakan angkutan umum. Situs Liang Bua merupakan situs peninggalan dari zaman prasejarah. Situs ini banyak dikunjuni dan dijadikan tempat penelitian, baik oleh peneliti dalam negeri maupun luar negeri.

Liang bua berasal dari bahasa manggarai-Flores. Secara harifiah liang berarti gua dan bua berarti dingin. Karena itu, liang bua diartikan sebagai gua dingin atau gua sejuk. Gua ini adalah gua karst yang terbentuk karena proses cuaca dalam jangka waktu yang lama.

Sejarah tentang Liang Bua

Istimewa
Istimewa

Dilansir dari cagarbudaya.kemendikbud.go.id, situs Liang Bua pertama kali ditemukan oleh seorang misionaris Belana, Pastor Theodore Verhoven pada tahun 1957. Penelitian pertama oleh Verhoven yang melakukan penggalian secara amatir dilakukan pada tahun 1965.

Kemudian, penelitian selanjutnya dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional tahunn 1973 dan tahun 1979. Berikutnya, pada tahun 2001-2004 penelitian di Liang Bua dilakukan oleh R.P Soejono dan bekerja sama dengan peneliti Asing Mike Morwood dari Australia.

Keunikan Liang Bua

Dari uji laboratorium sampel sediman di pojok selatan Gua Liang Bua terbentuk dari 190.000 tahun silam. Gua ini terbentuk dari bebatuan yang terbawa arus sungai hingga terbentuk gundukan bukit. Dari dalam gua anda juga dapat melihat stalaktit yang menawan menjuntai di langit-langit gua. Pemandangan ini dapat dinikmati dengan mudah karena gua ini dijadikan tempat wisata dan tempat penelitian kelas internasional.

(Istimewa)

Di gua inilah ditemukan fosil Homo Floresiensis. Yang membuatnya unik adalah, banyak penelitian menunjukkan manusia purba yang ditemukan berukuran kecil atau kerdil. Manusia purba yang ada di gua ini memang mencuri perhatian dunia arkeologi karena dari berat dan tingginya mirip Hobbit.

Fosil ini ditemukan pada 2003 yang membuat nama Gua Liang Bua menjadi dikenal seluruh dunia. Gua ini menjadi tempat tinggal bagi manusia Homo Floresiensis atau Hobbit dari Flores, ini terlihat dengan ditemukan potongan rangka, rahang bawah, perkakas bekas Homo Erectus, serta sisa-sisa tulang Stegodon (gajah purba) kerdil, biawak raksasa, serta tikus besar. Hampir semua lapisan yang mengandung temuan tersebut berusia antara 95.000-12.000 tahun silam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Sumber: Berbagai akun sosial media

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sejarah Danau Rana Mese di Manggarai Timur NTT

Kamis, 3 April 2025 | 18:46 WIB

Mengenal Air Terjun Terbesar di Dunia

Kamis, 3 April 2025 | 10:57 WIB
X