idenusantara.com, NTT - Gunung Mutis atau Nuaf Nefomasi adalah salah satu gunung yang terdapat di Pulau Timor. Dengan ketinggian 2.427 mdpl, mutis menempatkan diri sebagai gunung tertinggi di wilayah Timor Barat dan juga Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Secara administratif, gunung mutis berada di perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara dengan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gunung ini memliki tiga puncak dan merupakan Cagar Alam Gunung Mutis yang terkenal dengan kekayaan marmernya.
Masyarakat yang tinggal di kawasan gunung ini menyebut marmer itu dengan sebutan Faut Kanaf atau batu nama.
Masyarakat yang ada di Mutis adalah salah satu suku tertua di NTT yaitu Suku Dawan.
Gunung Mutis memiliki tiga puncak yaitu Nuaf Muna, Nuaf Nefomasi dan Nuaf Nupala. Secara topografi memiliki relief berbukit sampai bergunung membentuk tapal kuda dengan lembah besar membuka ke arah timur.
Formasi Mutis menyusun batuan gunung ini terdiri dari batuan malihan seperti batu sebak, filit, sekis, amfibolit, kwarsit, dan granulit.
Baca Juga: Cunca Rami, Pesona Wisata Air Terjun di Desa Golo Ndaring Flores NTT
Amfibolit menyusun sebagian besar formasi ini. Batu Gabro ditemukan di bagian timur gunung ini. Kwarsit filitan tersingkap di bagian barat Gunung Mutis.
Vegetasi di Gunung Mutis merupakan tipe hutan dataran tinggi homogen dengan kerapatan sedang yang didominasi oleh flora ampupu dan cendana. Selain itu juga terdapat beragam jenis tanaman lain seperti paku-pakuan, rumput-rumputan, bonsai, dll. Fauna di Gunung Mutis diantaranya Rusa Timor, Kuskus, Biawak timor, ular sanca Timor, Punai Timor, Betet Timor, dll.
Pendakian
Pendakian ke puncak gunung ini dimulai dengan menempuh perjalanan dari Kota Kupang ke Soe sejauh 110 KM. Dari Soe dilanjutkan perjalanan menuju Fatumnasi yang berjarak sekitar 40 Km dengan medan jalan yang belum baik.
Desa ini merupakan desa wisata yang menjadi titik kumpul para pendaki. Sepanjang jalur pendakian menuju puncak gunung ini memiliki 3 pos. Puncak Mutis berada dalam kawasan hutan dan hanya ada satu batu penanda bertuliskan 2.427. Umumnya pendakian menuju puncak ditempuh dalam waktu 3-4 jam.