pariwisata

Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo: Antara Pesona Bahari dan Tantangan Industri Kreatif Lokal

Rabu, 1 April 2026 | 16:22 WIB
Kolaborasi strategis antara Radio Republik Indonesia (RRI) SP Labuan Bajo dan Mawatu Labuan Bajo melahirkan ruang diskusi hangat bertajuk "Sunset Talk: Dari Labuan Bajo untuk Dunia" (Foto:Dok.RRI)


"Saat ini lebih banyak orang luar yang bercerita tentang Labuan Bajo daripada orang lokal sendiri. Kita tidak boleh lagi hanya menjual keindahan, tapi harus menjual cerita dan makna. Saya berharap pemerintah melibatkan kami para kreator konten sejak awal proses perencanaan, bukan hanya saat acara sudah selesai, agar pesan yang disampaikan lebih emosional dan terhubung dengan publik," ucap Suci.

Sementara itu, Ketua Stand Up Indo Labuan Bajo, Koko Ama, menambahkan bahwa komunitas kreatif lokal seringkali masih berjuang secara mandiri (berdikari).

Baca Juga: Lantik Anggota KPID NTT, Gubernur Melki Tekankan Peran Strategis Pengawasan Penyiaran


"Faktanya, pihak luar atau EO internasional lebih menghargai nilai (value) karya kami dibandingkan pihak lokal. Kami butuh dukungan fasilitas dan ruang ekspresi yang lebih luas agar industri kreatif ini bisa tumbuh seiring dengan label pariwisata super premium," ujarnya.


Masukan Strategis: Wisata Kesehatan dan Fasilitas Darat

Dalam sesi diskusi, beberapa partisipan juga memberikan masukan krusial. Ibu Kendy dari IWAPI mengingatkan agar pemerintah tidak mengabaikan investasi di darat.


"Wisata bahari dan darat adalah pasangan yang tidak bisa dipisahkan. Jika terlalu fokus di laut, saat musim barat tiba dan laut tidak bisa diakses, ekonomi kita akan tidur panjang. Fasilitas darat seperti Mawatu dan Parapuar harus terus digenjot," katanya.

Baca Juga: Upah Tak Dibayar Penuh, PHK Tanpa Prosedur: Novi Gugat Dapur MBG Wae Ri’i ke Meja Disnaker Manggarai

Drg. Idam, pemenang lomba Komodo Tawa Season 2, juga mengusulkan konsep Dental Tourism.


"Di Bali, turis bisa berobat sambil berwisata. Di Labuan Bajo, dengan biaya medis yang jauh lebih terjangkau dibanding Australia misalnya, ini bisa menjadi sumber PAD yang besar jika diregulasi dan dikerjasamakan dengan klinik serta agen perjalanan secara profesional," ucapnya.

Acara Sunset Talk ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan merchandise lokal sebagai simbol komitmen bersama untuk memajukan Labuan Bajo melalui kolaborasi lintas sektor yang lebih inklusif.

Halaman:

Tags

Terkini

Sejarah Danau Rana Mese di Manggarai Timur NTT

Kamis, 3 April 2025 | 18:46 WIB

Mengenal Air Terjun Terbesar di Dunia

Kamis, 3 April 2025 | 10:57 WIB