Johni Asadoma Curhat: Tidak Ada Putra Daerah NTT yang Lulus Seleksi Akpol, Saya Merasa Sedih

photo author
Epiviana Desi, Ide Nusantara
- Jumat, 12 Juli 2024 | 18:58 WIB
Mantan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Johni Asadoma, mengungkapkan rasa sedihnya atas hasil seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) tahun ini. Foto: istimewa
Mantan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Johni Asadoma, mengungkapkan rasa sedihnya atas hasil seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) tahun ini. Foto: istimewa

Idenusantara - Mantan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Johni Asadoma, mengungkapkan rasa sedihnya atas hasil seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) tahun ini.

Dalam sebuah kesempatan, Johni menyampaikan keprihatinannya karena tidak ada satu pun putra daerah NTT yang berhasil lulus seleksi masuk Akpol.

Mantan Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Johni Asadoma, SH, MHum, menyatakan kesedihannya karena pada tahun 2022 tidak ada putra asli NTT yang berhasil lulus seleksi Calon Taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol).

Baca Juga: PT Pelni Pecat 24 Pegawai yang Terbukti Terlibat dalam Praktik Calo Tiket Kapal

"Saya merasa sangat sedih dan kecewa. Sebagai mantan Kapolda NTT, saya tentu berharap banyak dari generasi muda kita untuk dapat berkontribusi di kepolisian. Tapi kenyataan bahwa tidak ada putra daerah yang lulus seleksi tahun ini benar-benar membuat hati saya teriris," ungkap Johni dengan nada penuh emosi.

Johni, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, menekankan pentingnya partisipasi putra daerah dalam institusi kepolisian. Menurutnya, keterlibatan mereka sangat diperlukan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban yang lebih baik di NTT. Ia juga menyoroti beberapa faktor yang mungkin menjadi penghalang bagi calon-calon dari daerah untuk lulus seleksi.

Baca Juga: Liburan Makin Mudah: 79 Negara Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Indonesia

"Salah satu tantangan terbesar adalah persiapan yang kurang matang. Banyak dari putra daerah kita yang mungkin belum memiliki akses yang memadai terhadap pelatihan dan bimbingan yang diperlukan untuk menghadapi seleksi Akpol. Ini adalah sesuatu yang harus kita perbaiki bersama," tambah Johni.

Sebagai solusi, Johni mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk lebih aktif dalam memberikan dukungan kepada calon-calon peserta seleksi. Ia menyarankan adanya program pelatihan khusus yang dapat mempersiapkan para calon dengan lebih baik.

"Kita harus berkolaborasi untuk menyediakan fasilitas dan pelatihan yang memadai bagi anak-anak kita. Selain itu, perlu juga adanya motivasi dan dorongan agar mereka memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk bersaing," kata Johni.

Baca Juga: Pemadam Kebakaran London Siap Menghadapi Ancaman Kebakaran Hutan di Masa Depan

Johni Asadoma juga mengajak para tokoh masyarakat, pendidik, dan orang tua untuk berperan aktif dalam mendukung generasi muda agar bisa meraih impian mereka. Ia berharap, di masa mendatang, akan lebih banyak putra daerah NTT yang mampu menembus seleksi Akpol dan berkarier di kepolisian.

"Harapan saya, tahun-tahun ke depan kita bisa melihat lebih banyak anak-anak NTT yang berhasil masuk Akpol. Ini bukan hanya kebanggaan bagi mereka, tetapi juga bagi seluruh masyarakat NTT. Mari kita bersama-sama wujudkan impian ini," pungkas Johni.

Curahan hati Johni Asadoma ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi generasi muda NTT untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Epiviana Desi

Sumber: obortimur.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X