Idenusantara - Menjelang Pilkada 2024, panggung politik Indonesia kembali diwarnai dengan berbagai gimik dan atraksi kampanye yang bertujuan untuk menarik perhatian pemilih. Namun, isu-isu yang diperhatikan masyarakat masih seputar isu politik.
Sektor pembangunan lainnya tampak belum banyak dibahas, khususnya peningkatan kesehatan masyarakat. Padahal, Undang-Undang Kesehatan Pasal 19 mengamanatkan kepala daerah membangun sistem kesehatan.
Dari janji-janji bombastis hingga pertunjukan hiburan, para calon kepala daerah berlomba-lomba mencuri perhatian publik. Maka di balik gemerlapnya kampanye ini, ada satu isu penting yang seringkali terabaikan: pembangunan sistem kesehatan daerah.
Baca Juga: Konflik Gaza: Biden Membawa Tuduhan terhadap Netanyahu untuk Keuntungan Politik
Fokus pada Popularitas, Bukan Kebutuhan
Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam setiap pemilihan umum, popularitas menjadi salah satu faktor kunci untuk meraih kemenangan. Para calon kepala daerah kerap mengutamakan strategi kampanye yang dapat segera meningkatkan popularitas mereka di mata masyarakat.
Gimik kampanye, seperti konser musik, pembagian sembako, hingga janji-janji populis, menjadi andalan untuk menarik massa.
Sayangnya, fokus pada popularitas ini sering kali mengorbankan perhatian terhadap isu-isu mendasar yang membutuhkan perhatian serius, salah satunya adalah sistem kesehatan daerah.
Pembangunan fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas layanan, dan pemerataan akses kesehatan seringkali tidak mendapat porsi yang cukup dalam agenda kampanye.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Kamis, 20 Juni 2024: Sagitarius Salah Membela, Aquarius Keputusan Gegabah
Kebutuhan Masyarakat yang Diabaikan
Padahal, sistem kesehatan yang kuat dan merata merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Di banyak daerah, fasilitas kesehatan masih jauh dari memadai.
Kurangnya tenaga medis, minimnya fasilitas, dan keterbatasan obat-obatan masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Kondisi ini diperparah dengan pandemi COVID-19 yang menunjukkan betapa rentannya sistem kesehatan kita.
Masyarakat di daerah terpencil dan pedesaan seringkali harus menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Ketimpangan akses ini berakibat pada rendahnya kualitas kesehatan masyarakat di daerah-daerah tersebut. Idealnya, isu ini menjadi salah satu prioritas utama dalam setiap kampanye Pilkada.