Puisi : Suara Hatiku
Oleh : Arsenius Marani Jemeo ( Mahasiswa Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng, Kelas 2021B )
Biar lebih kujelaskan.
Karena hanya disinilah.
Aku mendapati dengan kejujuran.
Sebab mata yang kulihat tentang diriku.
Adalah topeng yang berskenario.
Yang bermain sebagai pameran utama.
Mungkin aku mengira.
Bahwa tertawa adalah tanda orang itu bahagia ?
Ataupun menangis sebagai tanda orang itu berduka ?
Dunia memang tempat panggung sandiwaram
Tapi banyak manusia yang aktingnya jelek.
Maka mari kita tertawakan saja.
Tidak perlu ambil hati.
Sebab, kita pun bisa.
Bermain sebagai pameran utama.
Tanpa perlu menggunakan banyak topeng.
Sebab kehidupan akan lebih tentram.
Jika pikiran dibalas pikiran.
Dan hati dibalas dengan hati.
Meskipun kita tahu.
Bahwa akal dan kebenaran hati.
Hanya diri dan masing-masing yang tau.
Maka hiduplah untuk tidak dipermainkan.
Sebab kita juga layak untuk jadi pemenang.
Meski kekalahan adalah sebuah hal yang wajar.
Arsenius Marani Jemeo
( Ruteng, 5 Maret 2023 )
Artikel Terkait
CERPEN : Terlambat Berangkat Sekolah
CERPEN : Awal Masuk Kuliah
PUISI : Dua Orang Asing
PUISI : Kenangan